DKPP : Papua Peringkat Tertinggi Dugaan Pelanggaran Kode Etik Penyelenggaraan Pemilu

0
50
"Secara nasional, Papua menempati urutan pertama tingkat pengaduan kode etik Pemilu selama DKPP dibentuk," kata anggota DKPP Didik Supriyanto, di Jayapura, Sabtu, (7/10/2020). (ISTIMEWA)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) menerima 4000 pengaduan dugaan pelanggaran kode etik penyelenggara pemilu selama delapan tahun terakhir.

Data tersebut terhitung tahun 2012 hingga Oktober 2020. Sementara Provinsi Papua menduduki peringkat tertinggi laporan dugaan penyelenggaraan Pemilu di DKPP selama periode tersebut.

“Secara nasional, Papua menempati urutan pertama tingkat pengaduan kode etik Pemilu selama DKPP dibentuk,” kata anggota DKPP Didik Supriyanto, di Jayapura, Sabtu, (7/10/2020).

Dia menyebutkan, dari 4000 pengaduan secara nasional hanya 47 persen yang dinyatakan layak untuk disidangkan.

Adapun data pengaduan kode etik Pemilu dari Papua yang diterima DKPP hingga 6 Oktober 2020, sebanyak 109 pengaduan.

Sementara kata Didik, yang disidangkan 50 putusan rehabilitasi, 12 putusan teguran tertulis, dua penyelenggara dengan putusan pemberhentian sementara dan enam penyelenggara dengan putusan pemberhentian tetap.

“Memang untuk putusan, DKPP lebih banyak kepada sanksi teguran tertulis, itu karena orientasi pelaksanaan tugas DKPP lebih kepada mengedukasi penyelenggara Pemilu, kecuali penggaran yang dilakukan memang sudah terbukti dan dilakukan berulang,” ujarnya.

Terkait dengan lambatnya tindak lanjut KPU, dalam hal proses pergantian antar waktu penyelenggara pasca putusan pemberhentian tetap oleh DKPP, menurut Anggota DKPP, Ida Budhiati, bahwa proses PAW tergantung dari kesiapan daftar tunggu serta kelengkapan administrasi.

“Semuanya tergantung dari kesiapan administrasi anggota yang akan di PAW, seperti di Mamberamo Raya, proses PAW itu molor lantaran tidak adanya daftar tunggu, sementara KPU membutuhkan waktu untuk kembali melakukan verifikasi data peserta yang pernah mengikuti seleksi sebelumnya, dan itu membutuhkan waktu,” katanya.

(Gracio)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here