Yan Imbab : Tepis “Lagu Lama”dan Ajak Masyarakat Supiori Hidup Saling Menghormati dan Menghargai

0
388

SUPIORI (LINTAS PAPUA) –  Mantan Wakil Bupati dan juga Bupati Supiori periode 2011-2016, Drs. Yan Imbab menyayangkan adanya aksi penyebaran isu dalam bentuk pernyataan lisan maupun tertulis (selebaran, red) ke tengah-tengah masyarakat Kab.Supiori, terkait adanya keinginan sepihak dalam mengklaim kepemilikan hak ulayat (tanah, red), khususnya di bagian Timur dan Utara Supiori.


Menurut Yan Imbab, aksi yang dilakukan di tengah-tengah masa kampanye menuju puncak pemilihan umum kepala daerah (9/12) nanti, tak ubahnya “lagu lama” yang “diputar” kembali oleh oknum-oknum tertentu dengan tujuan ingin “menghancurkan” reputasi dan nama baik, mengingat dirinya kembali masuk dalam kontestasi Pemilukada serentak 2020 sebagai calon bupati Supiori.

Menyikapi adanya isu tersebut, Yan Imbab yang berpasangan dengan Nichodemus Ronsumbre, pada moment kampanye di setiap kampung, menjelaskan kepada masyarakat bahwa keinginan untuk mengklaim hak ulayat adalah tidak benar.

“Terus terang kalau sangat disayangkan dengan adanya perbuatan tidak terpuji yang kembali dilakukan oleh oknum-oknum tertentu, tapi saya tegaskan bahwa hal itu sama sekali tidak benar.

Selama merantau untuk menimba ilmu hingga mengemban tugas dan tanggung jawab sebagai abdi negara di luar Supiori lalu pulang kembali ke kampung halaman (Supiori, red), saya tidak pernah tahu dengan adanya persoalan hak ulayat karena itu berkaitan dengan marga atau keret besar lainnya, dan sesungguhnya hal tersebut adalah ranahnya pihak adat,” ungkap Yan Imbab.

 

Dikatakan, dalam kepemimpinannya sebagai wakil bupati lalu dilantik sebagai bupati menggantikan Fred Manufandu yang dipanggil pulang oleh Tuhan Yang Maha Kuasa, dirinya secara pribadi dan keluarga, tidak pernah berpikir apalagi bertindak untuk mengklaim kepemilikan hak-hak ulayat seperti yang diisukan ke tengah-tengah masyarakat.


“Saya ini juga anak adat yang tinggal di kampung, yang mana setelah turun dari jabatan hingga hari ini saya tinggal dan menetap bersama keluarga di kampung. Saya tidak kemana-mana, kapan pribadi saya maupun keluarga besar melakukan hal-hal seperti yang diisukan itu,” katanya.

“Ini moment pesta demokrasi, pestanya rakyat jadi mari kita merayakannya dengan cara-cara yang beradab. Tidak perlu pakai cara-cara “kotor” seperti itu untuk menghasut masyarakat, mari kita saling menghormati, menghargai dan menyayangi sesama kita yang sudah hidup turun temurun di Supiori ini,” terang Yan Imbab.(Ndy/Zes)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here