Rini Modouw : Yayasan Papua Muda Inspirasi Fokus Melatih Pelaku Usaha Kecil dan Menengah

0
179
Ketua Yayasan Papua Muda Inspirasi, Dr. Rini S. Sutrisno Modouw, S.Pd, M.Si., saat diwawancara. (Gracio /lintaspapua.com)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA)- Yayasan Papua Muda Inspirasi (PMI) berkolaborasi dengan Kementerian Koperasi dan UKM RI dalam melaksanakan pelatihan bagi pelaku Usaha Micro Kecil dan Menengah (UMKM) Papua. Kegiatan ini berlangsung di hotel Swissbel, kota Jayapura, Senin (12/10/2020).

Ketua Yayasan Papua Muda Inspirasi, Dr. Rini S. Sutrisno Modouw, S.Pd, M.Si., mengatakan, pelatihan bagi pelaku UMKM Papua tersebut pihaknya telah menghadirkan tim Bukalapak. Kehadiran tim ini bertujuan untuk melatih pengusaha muda Papua secara intens agar dapat dipelajari bagaimana menjadi marketing dari hasil industri rumah tangga yang di produksi.

“Apalagi sekarang pada masa pandemic covid-19 semua omset penjualan menurun karena dibatasi waktu berjualan, dengan begitu kita mencari format desainnya agar lebih baik,” ujar Ketua Yayasan Papua Muda Inspirasi, Dr. Rini S. Sutrisno Modouw, S.Pd, M.Si., di sela-sela kegiatan pelatihan.

“Jadi pelatihan ini bertujuan untuk mempersiapkan palaku industri dalam meningkatkan kemampuan dalam usaha,” katanya.

Melalui kegiatan ini pihaknya akan mendata untuk mendapatkan semua potensi pengusaha muda Papua yang kemudian akan di kolaborasikan dengan Pemerintah dalam hal ini Kementerian Koperasi dan UKM RI.

“mungkin selama ini ada yang berjalan sendiri, atau yang sudah pernah di bantu oleh Disperindagkop melalui ini kita bisa samakan data. Dan jika ada yang belum sama sekali di bantu kenapa, masalahnya apa? Itu kita akan evaluasi,” jelas Perempuan Asal Sentani Berdarah Jawa ini

Ia bahkan mengakui, meskipun pengusaha muda Papua ini telah menerima pelatihan terkadang ada juga pelaku usaha yang mempunyai budget terbatas dalam menjalankan project usaha.

“Dengan kolaborasi ini kita juga dibantu oleh mitra di luar pemerintah dan mereka bersedia untuk membantu,” katanya.

Dirinya juga membeberkan, industri khas Papua seperti souvenir, baju kaos termasuk makanan sagu tumbu, papeda yang merupakan kuliner khas bumi cenderawasih merupakan peluang bagi para pengusaha untuk bisa memasuki UMKM

“Itu yang akan kita persiapakan sekaligus promosi mengingat, Papua akan menjadi tuan rumah PON XX kalau lainnya lebih ke cendera mata,” ungkap Rini.

Lebih lanjut dikatakan, untuk masuk dalam industri UMKM sendiri pengusaha harus mempunyai omset perbulan Rp. 3 juta sampai Rp. 10 hingga Rp.15 juta.

“Itu yang kita rekrut, terus jenis usahanya itu spesifik ke konteks Papua dan pelaku industri adalah anak-anak Papua yang beusia 16 sampai 40 tahun,” tutup Rini Modouw, yang menyelesaikan studi doktor di Kampus California State University, Fullerton, California Amerika Serikat.  (Gracio/lintaspapua.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here