Pesona Pesisir Pantai Skouw : Sebuah Deskripsi Tentang Keindahan Pantai Skouw

0
154

Pesona Pesisir Pantai Skouw
Sebuah Deskripsi Tentang Keindahan Pantai Skouw
Oleh : Vinsent Fatem ( Guru di SMK N 7).

Siapapun akan terkagum-kagum saat menginjakan kaki di Kampung Skouw Mabo. Dari Kampung inilah awal kita menjajal, indahnya pasir putih, lautan yang biru,pemandangan/vieuw yang mempesona dan budaya masyarakat Skouw yang unik. Dari sini pulalah petualangan pesisir pantai Skouw dimulai.

Begitu tiba di Temawo (Kampung Skouw Mabo dalam bahasa Skouw ) tidak perlu waktu yang lama untuk menikmati pasir putih,karena dari jalan raya yang membelah kampung itu sudah tampaklah lautan yang biru dengan hamparan pasir putih,dicelah- celah pepohonan dan kelapa. Dari jalan utama kesanapun saat melewati rumah penduduk sekitar lima meter,kita sudah menginjak-injakan kaki dipasir.

Setelah tiba barulah mata kita seakan terbuka pada lautan bebas pasifik nan biru dengan hamparan pasir putih yang memanjang, kearah barat (Skouw Yambe ) maupun timur (Skouw Sae).

Hamparan lautan yang luas dengan pepohonan kelapa dengan hutan pantai yang masih asli membuat udara semakin sejuk tiada tara. Bagi siapapun yang berkunjung ketempat ini,ingin berlama-lama alias “enggan untuk pergi” ( syair lagu Lembah sunyi yang dinyanyikan trio Ambisi). Pesona pesisir Pantai Skouw tidak berhenti sampai disini. Indahnya pasir putih , lautan yang biru, pemandangan/vieuw yang mempesona masih berlanjut ke Kampung Skouw Yambe yang letaknya didalam.

Kesana kita melewati jalan aspal yang diselimuti hutan pantai , kelapa dan udara yang sejuk, sekitar satu kilometer. Sampai di Kampung yang telah ditetapkan menjadi Kampung Wisata ini, kita sudah merasakan nuansa pantai yang kental.

Hal ini dapat kita lihat dari rumah-rumah penduduk yang berdiri diatas pasir,hingga suara deburan ombak yang memukul pantai.

Dari Yambe bisa pula kita merangkak kembali ke Kampung Skouw Sae. Ibarat menyusuri sungai kita kembali ke jalan awal dan masuk lagi sekitar satu kilometer menyusuri pesisir hingga Kampung Skouw Sae. Perjalanan kesana,sama seperti dari Mabo ke Yambe,kita melewati hutan pantai yang sejuk,sesekali terdengar sahutan suara khas jangkrik yang merdu. Kampung Skouw Sae pantai,sehingga nuansa pantai masih terlihat diKampung ini.

Disamping lautannya yang biru dengan hamparan pasir putih dan udara yang sejuk nan asri, pesisir pantai Skouw ini cukup menarik karena pemandangannya yang mempesona.

Tatkala kita menikmati pantai pasir putih dan lautannya yang asri pemandangan kita tertuju ke Kota Jayapura. Namun jarak pandang yang jauh sekali membuat gedung dan bangunan di Kota Jayapura kelihatan kecil seperti kuburan disiang hari.

Tetapi apabila pengunjung sengaja berlama-lama disitu sampai malam tiba ,pada saat lampu-lampu di Kota Jayapura dinyalakan,maka Kota Jayapura nampak pula seperti “kunang-kunang”. Selain Vieuw ke Kota Jayapura,keindahan lain yang memberikan kepuasan tersendiri pada saat berada di pesisir pantai Skouw adalah pemandangan yang indah ke lautan lepas Samudra Pasifik.

Diluar pesisir pantai yang indah dengan hamparan pasir putih,lautan yang biru,kwalitas udara yang masih alami serta pemandangan yang menakjubkan,pesisir pantai Skouw yang merupakan gabungan tiga Kampung ini menyimpan potensi budaya yang unik. Penduduk Skouw terkenal pandai menari.

Tarian adat, lemon nipis dan suling tambur,merupakan tarian yang biasa dipentaskan pada moment pesta ulang tahun injil masuk di pesisir Pantai Skouw, pesta ulang tahun Ondoafi dan pada saat pergantian tahun baru,setiap tahunnya. P

Pementasan ini terlihat tua, muda hingga anak-anak sangat lihai dan kompak membawakan tari-tarian. Meskipun menyimpan potensi wisata yang cukup bagus ,namun Pemda belum masuk memberdayakan masyarakat secara profesional untuk mendatangkan incam/pendapatan bagi masyarakat  (**)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here