WALHI Papua Gelar Pelatihan Review Ijin Sektor Kehutanan

0
126
Dalam pelaksanaan kegiatan WALHI Papua menerapkan protokol kesehatan diantaranya wajig memakai masker kepada semua pihak yang mengikuti kegiatan ini.. (ISTIMEWA)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) –  Papua adalah pulau dengan tutupan hutan terluas dibandingkan pulau-pulau lainnya di Indonesia. Kekayaan sumber daya alam dikandungnya sudah lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan generasi saat ini hingga generasi mendatang, asalkan dikelola secara berkelanjutan.

Dengan situsi ini tentu saja banyak perusahaan ini mengekploitasi hasil hutan kayu dengan banyakny konsesi Ijin Usaha Pengelolaan Hasil Hutan Kayu (IUPHHK) Hutan Alam (HA) maupun Hak Pengelolaan Hutan (HPH).

Maka dengan situasi ini WALHI Papua perlu mendorong pelatihan review ijin yang akan berlangsung selama dua hari.”Kita butuh sinergi dari masing-masing Lembaga supaya dalam kekuatan itu kita bisa progress bersama dalam tujuan bersama dalam menyelamatkan hutan tropis Papua”, ujar Aiesh Rumbekwan , Direktur WALHI Papua saat membuka kegiatan pelatihan pada Kamis (21/10/2020) di Kotaraja Jayapura.

Dirinya berharap dengan pelatihan ini dapat memberikan kontrbusi yang lebih luas lagi. Untuk dapat melakukan review ijin terhadap perusahaan-perusahaan IUPHHK-HA dan HPH agar dapat memberikan masukan kepada pemerintah. “Dengan demikian maka tentu saja diharapkan dapat memberikan masukan kepada pemerintah,” ujar Aiesh Rumbekwan.

Tujuan kegiatan ini adalah untuk memberikan informasi kepada peserta agar memahami tentang peraturan perundangan-undangan terkait dengan sektor kehutanan khususnya hasil hutan kayu. Dan disisi lain setelah mengikuti pelatihan maka peserta memahami tahapan untuk melakukan Review Ijin HPH dan IUPHHK-HA dan mendorong adanya rencana tindak lanjut bersama untuk membedah beberapa ijin IUPHHK-HA ataupun HPH.

Dari data yang dimiliki WALHI Papua sehingga 2017 terdapat 73 konsensi dan 46 perusahaan dan atau group yang mengelolanya. Sementara luas hutan di Provinsi Papua adalah 25.030.659,04 hektar dengan terdapat tiga kabupaten dengan wilayah hutan terluas antara lain Kabupaten Mamberamo dengan luas hutan 2.700.997,69 hektar, Kabupaten Asmat dengan luas 2.286.034,03 hektar dan Kabupaten Boven Digoel dengan luas hutan 1.977.514,85 hektar.

Salah seorang peserta kegiatan Darmina Wandik, mahasiswi Universitas Cenderawasih. mengatakan bahwa dengan kegiatan ini dirinya berharap dapat memberikan kontribusi kecil untuk menjaga hutan Papua. Dirinya sudah melihat bagaimana ijin perusahaan HPH,IUPHHK-HA, tambang dan perkebunan sawit yang bertebaran di tanah Papua .

”Saya ingin belajar bagaimana melakukan review ijin sektor kehutanan terutama HPH dan IUPHHK -HA . Bahkan saya pernah ikut pelatihan keterbukaan informasi public, sehingga bagaimana mendapatkan data secara legal dari wali data untuk membantu melakukan review ijin,” ujar mahasiswi Universitas Cenderawasih.

Dirinya juga telah berkunjung ke Kabupaten Jayapura dan Kabupaten Sarmi dan mendapati masih adanya rasa ketidakadilan dalam pengelolaan hasil hutan kayu. Karena masih ada ditemui masyarakat adat yang tidak puas dari harga per kubik kayu merbau, premi dari kayu merbau per kubik, janji perusahaan yang belum ditepati serta persoalan lainnya.

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari pada 21-22 Oktober 2020 dengan menghadirkan narasumber Review Ijin Sektor Kehutanan, Adrianus Eryan dan Dalilah Doman dari Indonesian Center Enviromental Law (ICEL). Dengan peserta berasal dari perwakilan CSO, Mahasiswa dan relawan WALHI Papua. (***)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here