DANREM 172/PWY : Penyelundupan Ganja Lewat Jalan Tikus

0
63

JAYAPURA (LINTAS PAPUA)– Danrem 172/PWY Brigjen TNI Izak Pangemanan menyebutkan penyelundupan Narkoba jenis ganja masih saja terjadi di perbatasan Indonesia dan Papua Nugini dengan memanfaatkan banyak jalan pintas disepanjang perbatasan.

“Sekarang mereka sudah pintar dapat melihat begitu ketat pengawasan yang dilakukan oleh aparat sehingga mereka mencari jalan-jalan tikus, dimana jalan tersebut tidak terjangkau oleh aparat penjaga perbatasan secara keseluruhan dalam waktu bersamaan”, ujar Izak di Jayapura, Rabu (21/10).

Ia mengungkapkan, terdapat tiga Batalyon Satgas Pamtas di jajaran Kolakops Korem 172/PWY yang mengamankan batas wilayah darat antara Indonesia dan Papua Nugini yang terbentang sepanjang 430 kilometer, yakni wilayah Kota Jayapura, Kab. Keerom, dan Kab. Pegunungan Bintang.

”Hanya terdapat 51 pos Satgas Pamtas yang mengamankan perbatasan sepanjang 430 kilometer sehingga tidak semua wilayah dapat kita awasi. Karena itu, kami selalu bersinergi dengan Polri, Bea dan Cukai, BNN, masyarakat, dan sejumlah lembaga yang terkait untuk mencegah penyelundupan ganja ini,” ungkap Izak.

Ia menjelaskan, selama masa pandemi Covid-19 ini masih banyak ditemukan kasus penyelundupan maupun pengedaran ganja masuk ke Indonesia dari Papua Nugini. Hal tersebut terlihat dari banyaknya hasil yang didapatkan oleh Satgas Pamtas RI-PNG selama melaksanakan sweeping kendaraan dan patroli.

“Kemarin Selasa (20/10), bersama dengan Bea dan Cukai Jayapura, Polres Keerom dan BNN Jayapura kita sudah menggelar alat bukti hasil sweeping ganja kering sebanyak 14 paket, kurang lebih seberat 1 Kg bersama pelaku, sebagai bukti komitmen kami bersama seluruh pihak dalam memerangi Narkoba di Papua”, jelasnya.

“Untuk itu kami mengajak dan berharap agar masyarakat juga ikut berkontribusi untuk melaporkan kepada kami maupun aparat Kepolisian apabila menemukan ladang ganja dan oknum yang berupaya menyelundupkan ganja ke wilayah Indonesia. Jangan beri celah pada barang haram ini karena barang ini merupakan salah satu faktor perusak generasi-generasi muda Papua”, harapnya .

(Penrem 172)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here