Investor Papua Bayar Mas Kawin 1.500 Lembar Saham

0
1415

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) –Pembayaran mas kawin dalam suatu perkawinan merupakan salah satu budaya yang sudah berlangsung turun-temurun di tanah Papua. Pada zaman dulu mas kawin dibayarkan dalam bentuk asset yang memililiki nilai tinggi (high valuable asset) pada masanya, seperti kulit bia, kain tenun, piring gantung, babi, burung cenderwasih dan lain sebagainya. Seiring dengan makin langkanya ketersediaan barang-barang tersebut, masyarakat mulai menggunakan asset berharga dalam berntuk uang tunai sebagai penggantinya.

Dalam perkembangannya nilai uang ternyata mengalami penurunan nilai, seiring dengan kenaikan harga kebutuhan hidup (inflasi). Salah satu asset keuangan yang menjadi bisa mengatasi inflasi pada masa mendatang adalah surat berharga (efek0 dalam bentuk saham yang diperdagangkanj di BEI.

Hal ini seperti yang dilakukan oleh pasangan Nuzul Syahril Wahyudin Fimbay dan Amanda Caesar Nur Prihantara baru-baru ini di Timika . Nuzul adalah salah satu investor pasar modal melalui PT Panin Sekuritas yang sudah beberapa tahun terakhir menjadi investor saham. Saat melakukan upacara akad nikah 17 Oktober lalu, Nuzul membayarkan mas kawin berupa saham PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk sebanyak 15 lot atau 1.500 lembar saham.

Menurut Nuzul “Bayar mahar pake uang cash sudah tidak zaman lagi karena nilai uang terus menurun terkena inflasi, tapi dengan mahar saham adalah investasi yang nilainya terus bertambah, sesuai dengan filosofi dan harapan kami bahwa melalui pernikahan ini, cinta kasih yang dibangun akan terus bertambah dari waktu ke waktu”

Menurut Kepala IDX Papua, Kresna Payokwa “Pembayaran mas Kawin berupa saham ini sangat unik dan merupakan yang pertama kalinya di Papua. Kami sangat surprise dan mengapresiasi pemilihan saham sebagai mahar dalam pernikahan Pak Nuzul, karena ini merupakan hal yang baru terjadi di Papua, dan diharapkan ke depan bisa dicontoh oleh generasi muda yang lain sehingga masyarakat Papua menjadi semakin produktif dan tidak hanya konsumtif saja”

Menurut Gilang Bayu, perwakilan Panin Sekuritas Papua “ saham merupakan asset berharga berupa kepemiliian atas suatu perseroan yg bisa disimpan untuk jangka panjang dan jauh lebih aman karena diawasi langsung oleh OJK. Harapannya dengan mas kawin berupa saham ini dapat turut memperkenalkan saham ke masyarakat umum karena saham merupakan investasi yg aman dan menjadi alternatif yg bisa digunakan sebagai mahar menggantikan uang tunai.
(Kepala Kantor BEI Perwakilan Papua)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here