Tak Patuhi Protokol Kesehatan Siap Kena Sanksi, Kapolresta Jayapura Peringatkan Kegiatan Penyedia Jasa Kumpul Massa

0
80

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Kapolresta Jayapura Kota AKBP Gustav R, Urbinas menegaskan, akan memberikan sanksi tegas berupa pidana kepada semua komponen masyarakat yang tidak mematuhi protokol kesehatan di masa pandemic covid-19.

Hal tersebut menyusul aksi pengumpulan masa yang sering dilakukan oleh salah satu komunitas Hantu Waena (HW) di Kota Jayapura.

Saat ini kata Kapolresta, penanggung jawab acara dan ketua HW bersama rekan-rekannya yang sebelumnya diamankan untuk dimintai klarifikasi pada, Selasa 13 oktober 2020 lalu di seputaran tempat wisatan di pantai Cibery. Bahkan telah diberikan surat peringatan untuk tidak melakukan aktivitas yang mengumpulkan massa.

“HW ini sudah sering melakukan undangan melalui media sosial seperti instagram untuk mengumpulkan masa bahkan lebih dari dua kali, oleh karena itu kami bubarkan sebelum mengumpulkan masa yang lebih banyak dan mengamankan untuk diberikan peringatan kepada penanggung jawab,” tegas Kapolresta didampingi Kasat Reskrim AKP Komang Yustrio Wirahadi Kusuma dan Kasubbag Humas AKP Jahja Rumra, Kamis (15/10/2020).

Ia mengaku, sudah tiga kali komunitas ini melakukan kegiatan yang menugumpulkan orang banyak. Sebelumnya juga laporan yang diterima bahwa kegiatan sering dilakukan saat tengah malam artinya diatas pukul 22.00 WIT hingga subuh dini hari.

“Untuk kegiatan di pantai cibery kita memantau lewat sebaran melalui media sosial mengenai pengumuman acara tersebut,kemudian kami melakukan pembubaran dan mengamanakn beberapa orang untuk di mintai klarifikasi serta mengamankan beberapa barang bukti berupa 6 unit speaker , 1 unit mixer, 1 unit power, 1 unit stabilizer, 1 unit cross over, 1 Unit Stavolt listrik, 1 unit mic, 1 buah laptop dan 1 unti kendaraan mobil pick up,” jelas Kapolresta.

Pihaknya juga telah memberikan klarifisaksi kepada komunitas HW tersebut dengan beberapa undang-undang dan peraturan diantaranya pasal 14 UU nomor 4 tahun 1984 tentang wabah penyakit menular dengan ancaman hukuman 1 tahun penjara, pasal 93 UU nomor 6 tahun 2018 Tetang karantina kesehatan dengan ancaman hukuman 1 tahun.

Selain itu, telah dijelaskan instruksi presiden nomor 6 tahun 2020 mengenai pendisiplinan protokol kesehatan, peraturan walikota nomor 20 tahun 2020 tentang penerapan disiplin dan Penegakkan hukum protokol kesehatan sebagai upaya pencegahan dan pengendalian covid-19 di wilayah kota Jayapura dengan hukuman berupa kerja sosial dan denda admintrasi sebesar 200 ribu rupiah serta instruksi Walikota Jayapura nomor 12 tahun 2020 tentang perpanjangan peningkatan dan perluasan langkah pencegahan dan pengendalian covid-19 di wilayah kota Jayapura.

“Sehingga kedepan kita akan melihat terkait perkembangan dari pada aksi -aksi mereka demikian juga dibuatkan surat pernyataan, apabila komunitas ini maupun komunitas lainnya melakukan hal yang sama saya akan melakukan tindakan tegas dengan mengambil langkah Penegakkan hukum yaitu proses penyidikan terhadap UU wabah penyakit menular dan karantina kesehatan, “terangnya.

Kapolresta juga menegaskan, tidak hanya untuk Hantu Waena namun bagi semua komunitas ataupun forum apapun yang menamakan dirinya terlebih yang tidak terdaftar di banda Kesbangpol pemerintah kota untuk jangan coba-coba membuat kegiatan tanpa pemberitahuan kepada pihak kepolisian dan diatur juga terkait ijin keramaian.

“Untuk itu dimohon kepada masyarakat dapat memahami ini, tidak boleh ada lagi kegiatan yang bebas karena dikota Jayapura ini angka positif terus meningkat yang dirawat. Jadi mari kita prihatin aturan yang dibuat pemerintah untuk kegiatan masyarakat tetap berjalan dan ekonomi tetap berputar tetapi kita harus disiplin protokol kesehatan. Apabila ada pihak-pihak yang menghalangi penanggulangan Pandemi ini maka Polresta Jayapura Kota tidak akan segan-segan untuk menerapkan UU wabah penyakit menular dan kekarantiaan kesehatan guna melakukan melakukan Penegakkan hukum dan proses sidik, “pungkasnya.
(Gracio/lintaspapua.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here