🇰 🇮 🇳 🇬 ‘🇸 🇸 🇼 🇴 🇷 🇩 : LAMBANG SALIB

0
76

🇰 🇮 🇳 🇬 ‘🇸 🇸 🇼 🇴 🇷 🇩
Selasa 13 Oktober 2020

Bacaan Setahun:
Yer. 41-43
Ibr. 13

LAMBANG SALIB
“Tetapi saya sama sekali tidak mau membanggakan apapun selain Yesus Kristus yang sudah disalib, maka dunia tidak lagi berarti apa-apa bagi saya. Dan terhadap dunia ini, sayapun seolah-olah sudah mati.”Galatia 6:14 BIS

Logo, icon, simbol dan lambang hanya bermakna kalau kita tahu arti dibalik logo, icon, simbol atau lambang tersebut. Misalnya, Garuda hanyalah nama Sansekerta sejenis burung elang, Singa hanya nama raja hutan, Banteng hanya binatang herbivora yang perkasa. Matahari, bulan dan bintang adalah benda langit yang sering dijadikan lambang.

Beberapa bentuk geometri dan huruf juga dijadikan lambang. Benda yang lain yang dipakai sebagai lambang adalah bunga, buah dan pohon. Ketika dijadikan lambang atau simbol, baru kemudian benda-benda itu bermakna, sesuai arti yang disematkan dibalik lambang tersebut.

Sama dengan perkataan pujangga Sakhespeare, “apalah arti sebuah nama?“ kalau kita tidak tahu arti dibalik nama, maka nama tak punya arti demikian juga “apalah arti sebuah Logo atau lambang?“, jika seseorang tak mengerti makna dibalik lambang? Maka lambang atau Logo sebenarnya tak bermakna apa-apa.

Amatlah primitif pemikiran seseorang jika hanya sebuah lambang dianggap bertuah, sehingga ditakuti. Apalagi hanya sesuatu yang samar dan yang hanya mirip, seperti organisasi kesehatan yang berlogo palang merah misalnya, oleh beberapa orang sudah dianggap tabu dipakai karena mirip salib, yaitu lambang gereja atau lambang agama Kristen.

Bagi orang Kristen yang berlambang salib, benda salib juga tidak bertuah. Itu sebabnya mereka tak akan marah bila ada orang yang tidak suka lalu menghancurkan benda salib atau dibakar sekalipun, karena yang terpenting bukan benda yang berbentuk salib tapi apa arti dibalik lambang salib atau dibalik kata salib.

Bagi orang awam kemudian pasti akan bertanya, kalau benda salib tak bertuah mengapa benda salib dipasang di rumah ibadah, di rumah-rumah, bahkan dibawa-bawa orang Kristen baik sebagai perhiasan ataupun sebagai liturgi dalam ibadah. Nah, di sini sebenarnya pemahamannya, sebagai orang Kristen dengan memakai lambang/benda salib mereka diingatkan bahwa mereka harus berperilaku yang baik seperti arti pemahaman dibalik salib, sesederhana itu.

Pertanyaannya selanjutnya apa arti pemahaman dibalik salib? Dan perilaku kehidupan yang bagaimana yang seharusnya dipraktekkan bagi mereka yang memakai lambang salib? Suatu ketika saya bertemu dengan seorang rahib Gereja ortodoks Koptik Mesir yang memakai jubah hitam dan salib di tangannya. Kepadanya saya bertanya, mengapa Anda selalu memegang salib, lalu ia menyebutkan ayat Galatia 6:14, dan menjelaskan bahwa, sebagai rahib hidupnya didedikasikan hanya untuk Kristus, dan ia menjelaskan bahwa ia sudah di salibkan bagi dunia, artinya dunia tak punya arti lagi baginya.

 

Bagi kita semua pengikut Kristus, seharusnya sama dengan cara hidup rahib gereja Koptik tersebut, cara hidup lamanya telah mati dan sekarang kualitas hidup Kristus yang seharusnya dipraktikkan. (Galatia 2:20) Jadi salib adalah lambang kematian bagi manusia jasmani (manusia lama) seorang Kristen untuk hidup secara rohani, yaitu hidup dengan kualitas baru, kualitas manusia Kristus. (DD)

Questions :
1. Menurut Anda pentingkah sebuah icon? Mengapa penting dan mengapa tidak?
2. Apa arti icon salib sebenarnya bagi orang Kristen?

Values :
Salib adalah pintu masuk bagi seseorang ke dalam Kerajaan Allah.

Salib mempunyai dua sisi arti yang pertama adalah lambang kematian bagi dosa, yang kedua adalah lambang kesanggupan hidup dengan kualitas Kerajaan Sorga.

“Apabila bertambah banyak pikiran dalam batinku, penghiburan-Mu menyenangkan jiwaku.”
__ Mazmur 94:19

Kedamaian sejati hanya ada di dalam Kristus. Tuhan tidak pernah menjanjikan kehidupan yang mulus, namun Ia selalu menjanjikan perlindungan, kekuatan, penghiburan dan ketenangan jiwa.

“Lidah mempunyai kuasa untuk menyelamatkan hidup atau merusaknya; orang harus menanggung akibat ucapannya.” __ Amsal 18.21 (BIS)

Perkataan manusia adalah seperti bejana yang diisi dengan hal-hal yang baik atau buruk; kita bisa memilih untuk memperkatakan hal-hal positif yang berdampak positif bagi kita, atau hal-hal negatif yang senantiasa mewarnai dan mendominasi setiap perkataan kita.

Dengan kata-kata kita bisa membangun kepercayaan diri seseorang atau menghancurkan iman mereka;  dengan kata-kata juga kita membuat orang lain bersukacita, dipulihkan, dan dikuatkan, yaitu dengan kata-kata yang lembut dan penuh kasih. (****)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here