Tim Bukalapak Hadir Untuk Melatih Pengusaha Muda Papua

0
185

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Yayasan Papua Muda Inspirasi (PMI) berkolaborasi dengan Kementerian Koperasi dan UKM RI dalam melaksanakan pelatihan bagi pelaku Usaha Micro Kecil dan Menengah (UMKM) Papua. Kegiatan ini berlangsung di hotel Swissbel, kota Jayapura, Senin (12/10/2020).

Ketua Yayasan Papua Muda Inspirasi, Rini Modouw mengatakan, pelatihan bagi pelaku UMKM Papua tersebut pihaknya telah menghadirkan tim Bukalapak. Kehadiran tim ini bertujuan untuk melatih pengusaha muda Papua secara intens, sehingga dapat dipelajari bagaimana menjadi marketing dari hasil industri rumah tangga yang di produksi.

“Apalagi sekarang pada masa pandemic covid-19 semua omset penjualan menurun karena dibatasi waktu berjualan, dengan begitu kita mencari format desainnya agar lebih baik,” ujar Rini di sela-sela kegiatan pelatihan.

“Jadi pelatihan ini bertujuan untuk mempersiapkan palaku industri dalam meningkatkan kemampuan dalam usaha,” katanya.

Melalui kegiatan ini kata Rini, pihaknya akan mendata guna mendapatkan semua potensi pengusaha muda Papua yang kemudian akan di kolaborasikan dengan Pemerintah dalam hal ini Kementerian Koperasi dan UKM RI untuk nantinya di beri bantuan

“mungkin selama ini ada yang berjalan sendiri, atau yang sudah pernah di bantu oleh Disperindagkop. Nah melalui ini kita bisa samakan data dan jika ada yang belum sama sekali mendapat bantuan kenapa, masalahnya apa? Itu kita akan evaluasi,” jelas Rini.

Ia bahkan menakui, meskipun pengusaha muda Papua ini telah menerima pelatihan terkadang ada juga pelaku usaha yang mempunyai budget terbatas dalam menjalankan project usaha.

“Dengan kolaborasi ini kita juga dibantu oleh mitra di luar pemerintah dan mereka bersedia untuk membantu,” katanya.

Dirinya juga membeberkan, industri khas Papua seperti souvenir, baju kaos termasuk makanan sagu tumbu, papeda yang merupakan kuliner khas bumi cenderawasih merupakan peluang bagi para pengusaha untuk bisa memasuki UMKM

“Itu yang akan kita persiapakan sekaligus promosi mengingat, Papua akan menjadi tuan rumah PON XX kalau lainnya lebih ke cendera mata,” ungkap Rini.

Lebih lanjut dikatakan, untuk masuk dalam industri UMKM sendiri pengusaha harus mempunyai omset perbulan Rp. 3 juta sampai Rp. 10 hingga Rp.15 juta.

“Itu yang kita rekrut, terus jenis usahanya itu spesifik ke konteks Papua dan pelaku industri adalah anak-anak Papua yang beusia 16 sampai 40 tahun,” pungkasnya. (Gracio/lintaspapua.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here