Pemkot Jayapura Tertibkan Retribusi Pedagang Pasar Youtefa

0
99

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Pemerintah kota Jayapura melalui Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) kota Jayapura melakukan penertiban bagi pedagang di pasar regional Youtefa, Selasa (13/10/2020).

Wakil Wali Kota Jayapura, Rustan Saru mengatakan, penertiban dilakukan terhadap bebrapa pedagang yang belum  melaksanakan kewajiban yaitu membayar retribusi kios setiap bulan.

“Yang ditindak hari ini adalah para pemilik kios yang masih belum menyelesaikan tunggakan retribusinya pada tahun 2019 silam,” ujar Rustan.

Rustan mengungkapkan, sebanyak 450 kios yang berada di pasar regional Yotefa ini ada yang belum dan mau di tempati oleh pedagang.

“Sekarang yang jualan ada 97 pedagang dan kami akan lakukan penertiban, karena memang mereka tidak menuntaskan kewajibannya,” katanya.

Dirinya menjelaskan, pemkot Jayapura telah memberikan waktu hampir setahun bagi para pedagang untuk menyelesaikan kewajiban, bahkan sampai melayangkan surat peringatan dan himbauan akan tetapi tidak niat untuk membayar.

“Maka dengan terpaksa Disperindagkop melakukan penertiban dengan cara memasang stiker “DISEGEL” sambil menunggu pedagang yang bersangkutan berhubungan denga dinas terkait untuk menyelesaikan tunggakan,” jelasnya.

Rustan meminta kepada petugas agar mengedepankan pendekatan humanis kepada pedagang, jangan bertindak arogan dalam melakukan penertiban.

“Dimasa pandemic ini memang mereka (pedagang) juga susah tetapi ini merupakan suatu kewajiban, maka kita minta petugas di lapangan mengambil langkah-langkah yang baik,” tandasnya.

Kepala Dinas Disperindagkop, Robert Awi menyebutkan, para pedagang yang berjualan di pasar Regional Youtefa dari tahun 2019 belum pernah memnayar kewajiban.

“Jadi ada 97 kios pedagang yang berjuala ini sudah satu tahun tidak ada yang membayar, kalau ditagih selalu dibilang nanti,” katanya.

Sehingga pihaknya akan memasang gembok bagi pedagang di kios yang belum membayar. “Kiosnya macam-macam ada yang menjual barang pecah bela, perlengkapan dan lainny, jadi kalau tidak ada yang membayar konsekuensinya kami pasang stiker dan gembok kios,” pungkasnya
(Gracio/lintaspapua.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here