🇰 🇮 🇳 🇬 ‘🇸 🇸 🇼 🇴 🇷 🇩 : KEADILAN ALLAH

0
182

🇰 🇮 🇳 🇬 ‘🇸 🇸 🇼 🇴 🇷 🇩
Minggu 11 Oktober 2020

Bacaan Setahun:
Yer. 36-37
Ibr. 11

KEADILAN ALLAH
“Aku telah menyuruhnya keluar, demikianlah firman TUHAN semesta alam, supaya itu masuk ke dalam rumah pencuri dan ke dalam rumah orang yang bersumpah palsu demi nama-Ku, dan supaya itu bermalam di dalam rumah mereka dan memusnahkannya, baik kayunya maupun batu-batunya” Zakharia 5:4

Dalam buku berjudul Down to Earth, John Lawrence mengisahkan tentang sebuah kota yang berani melawan Allah dengan meminta-Nya supaya Ia menunjukkan diri-Nya. Sepertinya penduduk kota Messina, Sicilia, adalah orang-orang yang tidak takut akan Allah.

Tanggal 25 Desember 1908, sebuah surat kabar memberitakan keangkuhan penduduk kota itu mengejek Allah supaya Ia menunjukkan Diri-Nya dengan mengirimkan gempa bumi. Tiga hari kemudian, tanggal 28, kota Messina dengan penduduknya dilanda gempa dahsyat yang menewaskan 84.000 orang.

Saudara, Allah adil dalam segala jalan-Nya. Alkitab berkata, “….. Ia MENGAMPUNI kesalahan dan pelanggaran, tetapi sekali-kali TIDAK MEMBEBASKAN orang yang bersalah dari hukuman …..” (Bilangan 14:18). Kasih karunia dan penghukuman adalah dua sisi kebenaran yang harus kita pahami. Terlalu berkonsentrasi pada satu sisi akan menimbulkan keekstriman yang berbahaya.

Pembacaan firman hari ini adalah tentang keadilan Allah terhadap orang-orang yang seharusnya menerima hukuman, tetapi karena beberapa sebab orang tersebut belum menerimanya. Dan dalam dunia yang kita tempati ini juga, di mana pun kita berada, kita lihat banyak manusia yang menjadi pelanggar HAM tanpa ada konsekuensi yang harus diterimanya.

Lihat saja orang-orang yang bergerombol sambil berdemonstrasi menuntut pengadilan atas kasus-kasus pelanggaran HAM yang belum tuntas, seperti: kasus Marsinah; kasus Tanjung Priok; kasus Munir; dan sebagainya. Sayangnya, tak ada satu kasus pun yang dapat dituntaskan dengan seadil-adilnya sampai sekarang. Allah telah menetapkan suatu hari, bahwa Ia akan menggelar pengadilan untuk “melanjutkan” kasus-kasus yang belum usai itu.

Maksud saya, semua manusia di muka bumi ini harus menghadap takhta pengadilan Allah untuk mempertanggungjawabkan setiap perbuatannya. Kedatangan Tuhan sebagai Hakim pada akhir zaman bukanlah berita menakutkan bagi umat Allah, karena Ia datang untuk membagi-bagikan hadiah bagi mereka yang tetap tinggal setia.
Apabila Anda mendapat perlakuan yang tidak adil, percayalah bahwa Allah tidak tinggal diam.

“Pembalasan adalah hak-Ku, “kata Tuhan (Ibrani 10:30). Karena itulah kita dilarang oleh Allah untuk melakukan pembalasan dalam bentuk apapun, termasuk membencinya. Sebab bila kita tetap membencinya, Allah yang ganti berurusan dengan kita. Menjabarkan kata adil tidaklah semudah mempraktekannya. Hanya Allah sendiri yang adil dan Dia akan menjalankan keadilan-Nya. Kapan? Waktu yang akan berbicara. (DH)

Questions :
1. Apakah Anda pernah disakiti orang lain? Bagaimana respon Anda?
2. Mengapa Allah melarang kita membalas kejahatan yang dilakukan orang terhadap kita?

Values :
Allah melarang pembalasan dalam bentuk apapun, termasuk membencinya. Pembalasan adalah haknya Tuhan.

Keadilan Allah adalah kebenaran yang nyata dan tidak abstrak.
“Barangsiapa memegang perintah-Ku dan melakukannya, dialah yang mengasihi Aku. Dan barangsiapa mengasihi Aku, ia akan dikasihi oleh Bapa-Ku dan Akupun akan mengasihi dia dan akan menyatakan diri-Ku kepadanya.”
__ Yohanes 14.21

Sudahkah kita benar2 mengasihi Tuhan?
Indikatornya sangat jelas dalam ayat ini, yaitu ‘barangsiapa memegang perintah-Ku’.

Seringkali sebagai orang percaya kita mengaku bahwa kita mengasihi Tuhan, namun masih berat bagi kita untuk berpegang pada perintah-Nya.

Mari kita dengan sadar selalu belajar untuk berpegang pada perintah-Nya dalam segala keadaan. Kiranya kita menyadari bahwa tujuan hidup kita hanyalah untuk menyenangkan hati Tuhan dengan melakukan kehendak-Nya. (***)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here