Sugeng Purnomo : Penembakan Terhadap TGPF Tak Menurunkan Semangat Kami Mencari Data Di Intan Jaya

0
162
Simbol Kebangsaan Indonesia, Danramil Abepura Yubelinus Simbiak: Ajak Masyarakat Kibarkan Bendera Merah Putih. Richard (LPC)
Simbol Kebangsaan Indonesia, Danramil Abepura Yubelinus Simbiak: Ajak Masyarakat Kibarkan Bendera Merah Putih. Richard (LPC)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Wakil Ketua Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) Intan Jaya, Sugeng Purnomo menyebutkan, dengan adanya insiden penyerangan tidak menurunkan semangat tim untuk melakukan evaluasi terhadap langkah-langkah dalam mencari data di lapangan.

“Yang jelas kami terus bersemangat dan bekerja untuk mengungkap kebenaran yang terjadi. Meskipun saat tim yang turun lapangan ini mendapat gangguan, penghadangan hingga menyebabkan salah satu tim dan anggota tertembak,” kata Sugeng, di Jayapura, Jumat (9/10/2020) malam.

Wakil ketua TGPF Sugeng Purnomo (Tengah) bersama tim saat memberikan keterangan kepada media. (Gracio/LPC)

Seperti diketahui, dalam perjalanan kembali ke Sugapa dari Distrik Hitadipa, rombongan TGPF di serang dengan tembakan dari sisi kanan dan kiri.

Penyerangan tersebut terjadi sekitar pukul 15.40 WIT di Kampung Mamba Bawah atau sekitar 4-5 Kilometer dari Ibu Kota Intan Jaya, Sugapa.

Akibat penyerangan itu, salah seorang dari rombongan TGPF, Bambang Purwoko mengalami luka tembak di kaki kiri. Korban merupakan dosen Fisip Universitas Gajah Mada yang memiliki pengalaman melakukan penelitian di wilayah Papua dan Papua Barat.

Korban lainnya, Sertu Faisal yang merupakan Anggota Waltus Pos Koramil Persiapan Hitadipa juga mengalami luka tembak di pinggul kiri.

“Kedua korban sekarang ini di rawat di puskesmas Sugapa, untuk selanjutnya di upayakan untuk evakuasi ke Timika besok,” katanya.

Saat ini sambung Sugeng, pihaknya masih konsetrasi untuk penyelamatan para korban dalam insiden penyerangan yang terjadi di Intan Jaya, Jumat (9/10) sore.

“Kita masih fokus pada tindakan penyelamatan terhadap korban dari penembakan itu,” ujarnya.

Dia memastikan bahwa, pelaku utama penyerangan tidak lain adalah Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).

“Catatan penting bahwa tim turun ke Intan Jaya dikawal ketat aparat keamanan, pertanyaannya jika tim berangkat untuk ungkap fakta dan dilakukan penembakan. Saya pastikan ini dilakukan oleh kelompok KKB,” tegasnya.

Terkait apakah tim yang saat ini akan tetap berada di Intan Jaya ataukah akan kembali ke Mimika, Sugeng mengaku saat ini belum ada komunikasi lanjutan.

“Saya belum bisa pastikan apalah tim masih stay di Intan Jaya, karena hingga saat ini kita masih terus lakukan komunikasi,” katanya.

Dijelaskanny, kehadiran TGPF di Intan Jaya untuk melakukan investigasi terhadap sejumlah kejadian sepanjang September 2020. Dimana semua informasi serta data yang diperoleh di lapangan dilaporkan langsung kepada Menkopolhukam.

“Tim yang turun ini bersifat netral dan bukan tim pro justicia. Kita tergabung dari beberapa unsur, yang mestinya semua pihak bisa menerima itu,” katanya.

Dikatakannya, tim yang saat ini berada di Intan Jaya bertugas mencari data, dengan harapan dapat bertemu dengan banyak pihak yang bisa menceritakan terjadinya kekerasan atas penembakan bulan September 2020.

Demikian halnya dengan tim yang saat ini berada di Jayapura, juga melakukan hal yang sama berupa pertemuan dengan aparat keamanan baik Polda dan Kodam, Pemerintah, Tokoh Adat termasuk tokoh gereja.

“Nah data yang diperoleh inilah yang selanjutnya akan disandingkan, sehingga ada kesimpulan kerja tim dan saran yang mungkin akan di susun bersama,” katanya.

Disinggung apakah TGPF ini mengagendakan pertemuan dengan kelompok KKB, ia mengakui hal tersebut mustahil dilakukan, apalagi dengan kondisi yang terjadi saat ini.

“Jika saat bekerja tim sudah ganggu, maka apakah mungkin tim bisa bertemu dengan KKB? Kita Ini bekerja untuk ungkap fakta, ternyata ada pihak yang sudah melakukan penyerangan, penghadangan dan bahkan penembakan,” jelasnya.

TGPF sendiri kata Sugeng, tidak pernah membatasi jika memang akan ada pertemuan dengan kelompok manapun.

“Kami ingin bertemu semua pihak yang bisa memberikan keterangan dan penjelasan bahwa fakta itu benar-benar bisa diambil kesimpulan untuk mengungkap kebenaran. Kita tidak pernah membatasi, tapi faktanya tim bekerjapun sudah dilakukan penyerangan, jadi ini saja sudah bisa dipahami,” tegasnya. (Gracio /lintaspapua.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here