UBAH TITIK PANDANGMU

0
123

🇰 🇮 🇳 🇬 ‘🇸 🇸 🇼 🇴 🇷 🇩
Minggu 4 Oktober 2020

Bacaan Setahun:
Yer. 19-22
Ibr. 4

UBAH TITIK PANDANGMU
“Kemudian Kaleb mencoba menenteramkan hati bangsa itu di hadapan Musa, katanya: “Tidak! Kita akan maju dan menduduki negeri itu, sebab kita pasti akan mengalahkannya!”Bilangan 13:30

Kakak kandung saya, Pdt. Amos Hosea, gembala senior di GBI Eben Haezer Jakarta, bercerita mengenai pengalamannya dalam melayani di masa pandemi Covid-19. Gereja yang ia layani berada di Jakarta Pusat dan banyak jemaatnya yang tinggal tidak jauh dari sana namun termasuk sebagai daerah yang tingkat penyebaran Covid-19-nya cukup tinggi, sehingga kakak saya sering memantau berita perkembangan penyebaran Covid-19 khususnya di wilayah seputaran Jakarta. Gerejanya pun harus menjalankan ibadah secara online selama masa pandemi ini.

Kakak saya mengaku bahwa selama memantau berita perkembangan penyebaran Covid-19 ia lebih sering memperhatikan betapa tingginya angka orang yang tertular Covid-19, sampai suatu waktu ia memperhatikan bahwa ternyata angka orang yang mengalami kesembuhan dari Covid-19 juga cukup tinggi. Ia tersadar bahwa selama ini ia berdoa hanya agar penyebaran Covid-19 menurun, sehingga kemudian ia mengubah doanya agar orang yang disembuhkan dari Covid-19 di Indonesia semakin meningkat.

Kadangkala titik pandang kita hanya bertumpu kepada permasalahan yang ada, seharusnya bertumpu kepada hal-hal yang baik, khususnya janji Tuhan. Persis seperti ketika kedua belas pengintai bangsa Israel diutus oleh Musa atas suruhan Tuhan untuk mengintai tanah Kanaan (Bilangan 13:1).

Mereka semuanya melihat tanah, alam dan orang yang sama, tapi laporan kesepuluh pengintai justru berbeda dengan laporan Kaleb dan Yosua. Kesepuluh pengintai memberikan laporan dari titik pandang yang bertumpu kepada masalah, yaitu besar, kuat dan seramnya orang Kanaan (ayat 28-29, 31-33), sehingga bukan saja melemahkan mental banga Israel (Bilangan 14:1-2), tapi juga menimbulkan pemberontakan terhadap Musa (Bilangan 14:3-4). Sebaliknya Kaleb dan Yosua justru melaporkan dari titik pandang yang bertumpu kepada janji Tuhan mengenai kemenangan bangsa Israel (Bilangan 13:30, 14:6-9).

Dari cerita kedua belas pengintai itu kita dapat menarik suatu kesimpulan bahwa titik pandang yang bertumpu hanya kepada masalah dapat membuat kita jadi pesimis, bahkan dapat mendorong kita untuk memberontak kepada Tuhan. Sebaliknya, titik pandang yang bertumpu kepada janji (firman) Tuhan, akan menjadikan kita sebagai pribadi yang optimis, bahkan kemudian mengalami semua janji kemenangan dan berkat Tuhan.

Sama seperti halnya dengan kejadian penyebaran Covid-19, respon kita melihatnya dengan titik pandang yang bertumpu kepada angka penyebaran Covid-19, ataukah kepada angka kesembuhan dari Covid-19, akan menentukan apakah kita menjadi pesimis ataukah optimis selama masa pandemi ini. Apapun kejadian atau peristiwa yang sekarang kita hadapi, kita harus memilih titik pandang kita, apakah akan memakai dengan titik pandang yang bertumpu kepada masalah, ataukah yang bertumpu kepada janji Tuhan? (YMH)

Questions :
1. Sekalipun melihat hal yang sama, mengapa laporan kesepuluh pengintai berbeda dengan Kaleb dan Yosua?
2. Apakah akibatnya jika titik pandang kita bertumpu kepada masalah, atau kepada janji Tuhan?

Values :
Warga Kerajaan Allah melihat peristiwa di kehidupannya dengan titik pandang yang bertumpu kepada janji Tuhan.

“If you change your focus, you will change your life!” (Bill Bartman). (***)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here