Forum Sikapi Situasi Nasional, Kerukunan Umat Beragama Kabupaten Jayapura Gelar Konsolidasi

0
142

Suasana Rapat Konsolidasi Organisasi FKUB Kabupaten Jayapura. Insert: Ketua FKUB Kabupaten Jayapura, Pdt. Alberth Yoku, S.Th, M.Th. (Irfan /LPC)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Jayapura menyelenggarakan rapat konsolidasi organisasi di Ruang Rapat Sekretariat Panitia Sub PB PON Kabupaten Jayapura, Hawaii, Kota Sentani, Kabupaten Jayapura, Kamis (1/10/2020).

Rapat tersebut diikuti seluruh anggota FKUB dan pejabat terkait bertujuan untuk menyikapi perkembangan dan dinamika yang terjadi di Indonesia dan pengaruhnya terhadap stabilitas keamanan, ketertiban nasional dan juga kerukunan beragama di Papua, khususnya di Bumi Khenambay Umbay.

Ketua FKUB Kabupaten Jayapura, Pdt. Alberth Yoku, S.Th, M.Th, rapat ini dilaksanakan untuk melakukan konsolidasi organisasi, juga membahas bidang agama, pendidikan agama dan keagamaan.

Dengan media rapat ini, ujarnya mengharapkan terjadinya komunikasi dan diskusi yang intensif antara FKUB dalam rangka sinergitas kegiatan peningkatan dan pengembangan kerukunan umat beragama di Kabupaten Jayapura. Dengan demikian, bisa memberikan manfaat dalam rangka meningkatkan kerukunan antar umat beragama maupun kerukunan sesama umat beragama.

“Saat ini kami sedang berada dalam masa-masa atau terjadinya reorganisasi, maka kami coba untuk melakukan rapat-rapat awal yang bersifat konsolidasi organisasi. Supaya reorganisasi yang terjadi itu dapat di isi dengan hal-hal yang dianggap sangat perlu, untuk kita jabarkan di dalam konteks FKUB di Kabupaten Jayapura,” jelas Alberth Yoku ketika dikonfirmasi wartawan media online ini, Jumat (2/10/2020) sore.

Karena FKUB Kabupaten Jayapura, kata Alberth, didorong oleh semangat zona integritas kerukunan umat beragama di Kabupaten Jayapura, maka tugas dan tanggung jawab dari pengurus FKUB itu sangat besar sekali.
“Sehingga harus juga di kampanyekan dan di sosialisasikan sampai ke umat di dalam gereja, di masjid, di vihara dan pura. Hal ini harus diajarkan apa maksud dari zona integritas kerukunan umat beragama yang telah dicanangkan di daerah ini,” katanya.

“Kemudian di dalam kesadaran itu, kita juga mengajarkan tentang masalah-masalah Kebhinekaan dan masalah-masalah kemajemukan, yang ada hubungannya dengan toleransi maupun intoleransi yang selalu menjadi hal-hal yang patut kita waspadai. Sehingga kami dari FKUB terus mengkampanyekan kebaikan, perdamaian serta persatuan dan kesatuan dengan tema sentral rukun, rukun dan rukun,” terang Alberth Yoku menambahkan.

Selain itu, kata pria yang pernah menjabat sebagai Ketua Umum Sinode GKI di Tanah Papua itu menyampaikan, bahwa dalam rapat tersebut pihaknya juga membahas perkembangan dan juga dinamika yang terjadi di Papua dan Kabupaten Jayapura.

“Dalam rapat kemarin itu, juga kita membahas perkembangan dan situasi terakhir di daerah ini seolah-olah di ujung dari perjalanan di tahun 2020 ini ada situasi yang memburuk serta meningkat. Yakni, meninggalnya seorang pendeta dan juga adanya aksi penganiayaan terhadap seorang ustadz (guru) di belakang masjid raya (Masjid Agung Al Aqsha). Nah, hal-hal itu juga kita membahasnya,” beber dia.

“Karena kita pikir apakah kejahatan ini sudah terlalu melebihi akal sehat manusia, sehingga mereka (para pelaku) tidak melihat tugas-tugas dari seorang yang membina umat ini sebagai sesuatu yang sudah tidak punya nilai lagi. Kalau anda mau buat jahat, ya di antara kamu saja yang buat jahat lah. Jangan mengarah ke tokoh agama yang membina keimanan, spiritualitas, ajarkan kedamaian, persatuan dan kebaikan. Jadi kita membahasnya agar makna ini yang akan kita bicarakan terus di masing-masing lembaga agama,” tukasnya. (Irf)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here