Tak Mampu Selesaikan Masalah,  Kapasitas Kadinkes Keerom Dipertanyakan

0
110

DPRD dan DAK Keerom Ingatkan Pemalangan Kantor Dinkes Memalukan Kabupaten Keerom

KEEROM (LINTAS PAPUA) – Pemalangan Kantor Dinas Kesehatan Keerom yang tak kunjung berakhir membuat keprihatinan banyak pihak di Keerom. Diantaranya DPRD Kabupaten Keerom dan Dewan Adat Keerom (DAK).

Hal ini seperti yang disampaikan Wakil Ketua I DPRD Keerom, H. Syahabuddin, SP, MSi dan Sekretaris DAK, Laurens Borotian. Keduanya menilai masalah di dinas kesehatan yang terus saja berlarut-larut, tentunya membuat kapasitas dr. Ronny Situmorang sebagai Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Keerom patut dipertanyakan.

Seperti diketahui, karena adanya sejumlah tuntutan Tenaga Kesehatan (Nakes) di Keerom, membuat mereka melakukan aksi pemalangan Kantor Dinkes Keerom yang juga berdampak pada tutupnya pelayanan kesehatan di 5 Puskesmas di Kabupaten Keerom yaitu di Arso Kota, Pitewi, Web, Waris dan Senggi.

‘’Adanya pemalangan kantor dinas kesehatan yang sampai hari ini masih terjadi tentunya ini keprihatinan kita semua. Saya himbau kepada Kadinkes Keerom untuk menyelesaikan masalah ini, jangan dibiarkan berlarut-larut, kalau masalah ini dibiarkan tanpa penyelesaian tentunya kapasitas Kadinkes Keerom patut kita pertanyakan,’’ujarnya kepada wartawan di ruang kerjanya, di DPRD Keerom, belum lama ini.

Ia juga mengingatkan pemalangan Kantor Dinas Kesehatan  dan tutupnya 5 Puskesmas di Keerom sangat mencoreng nama Pemerintah Kabupaten Keerom. ‘’Hal ini sangat memalukan bagi kabupaten Keerom, maka saya minta Kadinkes untuk menyelesaikan masalah ini,’’pungkasnya.

Sementara itu, Sekretaris Dewan Adat Keerom, Lauren Borotian, mengemukakan penilaiannya bahwa roda pemerintahan di kabupaten Keerom seakan mati suri. Salah satu bukti yang paling nyata adalah ketidakmampuan Kepala Dinas Kesehatan untuk menyelesaikan masalah yang terjadi di Dinas Kesehatan yang berdampak pada pelayanan kesehatan bagi masyarakat termasuk masyarakat adat di Kabupaten Keerom

‘’Kalau menurut saya bukan hanya Dinas Kesehatan, namun mulai dari SKPD hingga pelayanan masyarakat di tingkat distrik dan kampung juga mengalami mati suri. Hampir semua lembaga pelayanan public mati suri, saat ini mereka hanya mementingkan untuk mengurus uang, uang dan uang ketimbang mengurus masyarakat,’’ujarnya kepada media ini.

Karena itu ia menilai bahwa banyak pejabat eselon II di Keerom tak menjalankan fungsinya dengan baik. Khususnya Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Keerom. Maka ia meminta kepada pimpinan daerah untuk mencopot dr. Ronny Situmorang dari jabatan Kadinkes Keerom karena dinilai tak cakap untuk memimpin di Dinas Kesehatan.

‘’Bukti jelas, ia tidak mampu menyelesaikan masalah yang dihadapi Nakes sehingga terjadi pemalangan-pemalangan yang juga berujung pada terhentinya pelayanan kesehatan di 5 Puskesmas yang notabene di 5 daerah tadi adalah masyarakat adat Keerom yang paling banyak dirugikan atas terhentinya pelayanan tersebut,’’lanjutnya.

Untuk itu ia meminta dengan tegas agar Kadinkes Keerom dicopot dari jabatannya. ‘’Saya minta dr. Ronny Situmorang dicopot dari jabatannya sebagai Kadinkes. Saya ingatkan, kenapa harus lindungi Kadinkes seperti ini. Kita mau lindungi satu orang untuk merugikan banyak orang atau kita lebih lindungi kepentingan banyak orang, masyarakat dengan mencopot jabatan satu orang yang kapasitasnya patut dipertanyakan,’’tegasnya. (arief/lintaspapua.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here