Masuk Cuti Pilkada, Wabup Piter Gusbager Kembalikan Mobil Dinas

0
98

Wakil Bupati Keerom, Piter Gusbager, SHut, MUP, yang saat ini tengah memasuki masa cuti untuk mengikuti Pilkada menyerahkan/menitipkan mobil dinasnya kepada Kepala BPKAD Keerom, Trisiswanda Indra, pada Senin (28/9/20) siang. (Arief /LPC)

‘’Seorang Pemimpin Harus Jadi Teladan bagi Orang Lain’’

KEEROM (LINTAS PAPUA) – Memasuki waktu cuti Pilkada seiring dengan keluarnya izin dari Gubernur papua tentang cuti kampanye yang diajukan, maka Wakil Bupati Keerom, Piter Gusbager, SHut, MUP, dengan sadar diri menyerahkan (menitipkan) kendaraan dinas Wakil Bupati Keerom, kepada Pemkab Keerom melalui Kepala BPKAD (Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah) Keerom.

Penyerahan asset berupa kendaraan dinas Wabup jenis Toyota Fortuner tersebut dilakukan sendiri oleh Piter Gusbager dengan mengantarkan mobil tersebut kepada Kepala BPKAD Keerom, Trisiswandana Indra di Halaman Kantor BPKAD Keerom, senin (28/9/20) siang.

Wakil Bupati Kabupaten Keerom, Piter Gusbager menjelaskan bahwa, pada tanggal 25 September 2020 dirinya telah menerima surat dari Gubernur Provinsi Papua. Dan masa cutinya terhitung sejak tanggal 26 September 2020 sampai tanggal 5 Desember 2020 mendatang.

“Dalam masa perhelatan pesat demokrasi ini, kurun waktu kurang lebih dua bulan saya cuti dari jabatan sebagai Wakil Bupati Kabupaten Keerom, jadi semua kewenangan khususnya fasilitas Negara yang saya miliki akan dikembalikan ke BPKAD Keerom,’’ujarnya.

Dia menambahkan bahwa masa cuti ditengah pilkada ini, Peraturan Perundang-undangan memerintahkan kita agar semua kewenangan, tugas pokok, fungsi serta fasilitas yang melekat pada jabatan itu harus dilepas, agar tidak salah gunakan dimasa kampanye menyongsong pesat Demokrasi tahun 2020 ini.

“Untuk itu, hari ini saya menyerahkan mobil dinas, sebagai bentuk kepedulian, kepatuhan, komitmen dan transparan seorang pimpinan daerah dalam mentaati peraturan yang berlaku, sebelum kita melakukan kegiatan kampanye. Karena seorang pemimpin harus menjadi teladan bagi orang lain,”tuturnya.

Pengurus dari 3 Partai di Keerom bersama Pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Keerom, Piter-Wahfir melakukan sesi foto bareng usai pertemuan konsolidasi tim di Arso Swakarsa, kemarin. . (Arief /LPC)

Piter Juga menambahkan, dalam tata kelola keuangan dan aset Daerah atau Negara itu harus efisien, efektif, akuntabel dan transparan. Karena teori undangan-undang seperti itu yang kita pelajari, lalu yang tidak kala pentingnya lagi adalah praktek/implementasinya itu harus diwujudkan.

Menurutnya, seorang pemimpin itu yang harus ditunjukkan adalah keteladanannya. Karena kurang terpuji ketika aset-aset negara disimpan seolah-olah milik pribadi.

“Ini yang orang bilang rasa memilikinya terlalu berlebihan, tentu ini sangat tidak boleh dilakukan lebih khususnya semua ASN di Kabupaten Keerom ini, saya harapkan komitmen kita bersama untuk patuh dan tertib terhadap pengelolaan anggaran dan aset Daerah dengan tujuannya adalah kesejahteraan rakyat,”ungkapnya

Sedangkan Kepala BPKAD Keerom, Trisiswanda Indra mengatakan bahwa dalam Peraturan KPU No. 4 tahun 2017 yang mengamanatkan bahwa selama masa cuti atau kampanye, setiap Kepala Daerah baik Bupati maupun Wakil Bupati yang mencalonkan diri pada Pilkada untuk tidak diperbolehkan menggunakan fasilitas Negara, baik itu kendaraan, rumah jabatan dan yang lainnya.

“Saya sangat kaget ketika Bapak Wakil Bupati, Piter Gusbager datang dan menyerahkan kendaraan dinasnya, namun saya sangat apresiasi atas inisiatif beliau, karena hal ini juga sesuai dengan Permendagri No. 19 tahun 2017,”ujar Trisiswanda.

Dia menambahkan, Kendaraan dinas ini diterima BPKAD Keerom untuk disimpan sementara, ketik masa kampanye selesai maka akan dikembalikan ke Wabup Keerom Bapak Piter Gusbager.

Sejauh ini menurut Trisiswanda baru Wakil Bupati yang menyerahkan aset Negaranya BPKAD Keerom, sementara Bupati dan yang lainnya belum.

“Kemarin kami sudah sampaikan ,tapi informasinya beliau nanti akan menghubungi kita dan kami masih menunggu, tapi nanti kita coba menghubungi kembali Bapak Bupati melalui Pak Sekda agar aset Negara yang ada bisa diserahkan ke BPKAD Keerom,”bebernya.

Sementara untuk batasan waktu penyerahan aset Negara dari Calon Kepala Daerah yang ikut Pilkada serentak Desember nanti kata Trisiswanda, seharusnya sesegera mungkin sesuai dengan perintah UUD yang berlaku. (arief/lintaspapua.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here