Kasus Curanmor Menonjol di Polsek Sentani Kota

0
58
Kanit Reskrim Polsek Sentani Kota, Ipda Aan Anwas, SH. (Irfan /LPC)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Jumlah aksi tindak pidana kejahatan baik itu, curanmor, pengeroyokan, penganiayaan dan lainnya di Kota Sentani, selama bulan September 2020 ini berkurang berdasarkan laporan kasus yang diterima polisi.

Angka keberhasilan ini diklaim oleh Kepolisian Sektor (Polsek) Sentani Kota.

“Terjadi penurunan aksi tindak pidana kejahatan pada bulan September 2020. Jadi untuk penanganan kasus di Polsek Sentani Kota itu memang di satu bulan terakhir ini atau dari tanggal 1 hingga akhir September 2020 ini agak sedikit menurun,” kata Kapolsek Sentani Kota, AKP Ruben Palayukan melalui Kanit Reskrim Polsek Sentani Kota, Ipda Aan Anwas, SH, sembari menyebutkan jumlah laporan polisi sebanyak 16 kasus, saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (29/9/2020) sore.

Ipda Aan Anwas mengatakan, pihaknya menerima laporan tindak pidana selama sebulan ini, ada berbagai tindak pidana seperti Curanmor, pencurian biasa, penganiayaan dan juga pengeroyokan.

“Yang ingin saya sampaikan, selama bulan September ini, kami terima berbagai laporan tindak pidana. Artinya, dari segi jumlah laporan polisi itu ada Curanmor, pencurian biasa, pengeroyokan dan penganiayaan,” jelasnya.

Untuk Unit Reskrim Polsek Sentani Kota, kata dia, pihaknya menerima sebanyak 16 kasus laporan tindak pidana selama sebulan ini. Dan tindak pidana kejahatan yang paling menonjol adalah pencurian kendaraan bermotor (Curanmor).

“Tapi, secara keseluruhan yang menonjol dari segi kuantitasnya itu adalah kasus curanmor. Jadi satu bulan terakhir ini dari jumlah laporan polisi yang kami terima sekitar 16 kasus, itu diantaranya ada 12 kasus curanmor. Banyak terjadi kasus curanor, maka nya di dalam kasus curanmor itu pelaku masih dalam Lidik atau tidak di ketahui pelakunya. Tapi ada beberapa kasus curanmor yang sudah kita tangani, juga ada beberapa kasus curanmor yang sudah kita proses atau kita limpahkan ke jaksa,” terangnya.

Tindak pidana kejahatan yang sudah dilimpahkan ke Kejaksaan, seperti pada hari Senin (28/9/2020) lalu ada tiga kasus.

“Pada hari Senin kearin kita sudah melakukan tahap II atau penyerahan tersangka dan juga barang bukti ke jaksa itu ada tiga kasus, termasuk Curanmor itu satu kasus, kasus penganiayaan dan pembunuhan yang terjadi di jalan Polomo,” ujarnya.

“Paling banyak memang Curanmor. Selama sebulan ini jumlah laporan polisi ada sekitar 16 kasus, terus dari jumlah itu ada 12 kasus curanmor yang dilaporkan ke kami, kemudian penganiayaan dan pengeroyokan,” tambah Ipda Aan Anwas. (Irf)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here