Wafatnya Pendeta Zanambani Diujung Senapan, PSI Papua: Itu Kejahatan Kemanusiaan!

0
552
Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW PSI) Papua, Karmin Lasuliha. Richard (LPC)
Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW PSI) Papua, Karmin Lasuliha. Richard (LPC)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) — Kabar turut belasungkawa datang dari pimpinan Partai Solidaritas Indonesia (PSI), melalui Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW PSI) Papua, Karmin Lasuliha, atas wafatnya Pdt.Yeremia Zanambani, yang wafat diujung senapan, 19 September 2020 lalu, di Distrik Hitadipa, Kabupaten Intan Jaya, Papua.

Tak sebatas ucapan rasa belasungkawa, Ketua PSI Papua itu pun mengutuk keras atas terjadinya penghilangan nyawa manusia dengan senapan, sebagaimana yang dialami oleh Alm. Pdt.Yeremia Zanambani.

Peristiwa penembakan sudah terjadi, maka semua stakeholder harus bekerja sama untuk mencari siapa penembaknya, agar kasus penembakan yang terjadi bisa selesai secara terang benderang, dan ada rasa keadilan bagi keluarga korban pun terpenuhi.

“Wafatnya Pdt.Yeremia Zanambani, yang wafat diujung senapan harus diusut tuntas. Karena peristiwa yang menimpa Pdt.Yeremia Zanambani di Intan Jaya adalah kejahatan kemanusiaan,” kata Ketua DPW PSI Papua, Karmin Lasuliha, kepada Lintas Papua.Com, Rabu (30/09/2020) di Jayapura.

Sebut Karmin, sebagai partai politik yang mengkampanyekan rasa solidaritas terhadap sesama, PSI akan terus mengawal dan mendorong penyelesaian kasus penembakan yang terjadi di Intan Jaya, hingga terang-benarang.

“PSI mendukung dan siap bersolider bersama para Pendeta di Intan Jaya, Papua, dalam mendorong penyelesaian kasus penembakan di Intan Jaya. Dan PSI juga mendukung negara dalam membentuk tim independen, untuk menyelesaikan kasus penembakan yang terjadi di Intan Jaya, untuk keadilan,” ujar Karmil Lasuliha. (Richard/Lintas Papua)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here