Partisipasi Menlu Amerika Serikat, Pompeo Dalam Pertemuan Menteri Luar Negeri Virtual KTT Asia Timur ke-10

0
113
Pernyataan Michael R. Pompeo, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat. (https://cl.usembassy.gov/secretary-pompeo-on-world-press-freedom-day/ )

JAKARTA (LINTAS PAPUA) – Berikut adalah RANGKUMAN PEMBICARAAN KANTOR JURU BICARA, 9 SEPTEMBER 2020

Pernyataan di bawah ini dapat dikutip sebagai pernyataan Juru Bicara, Morgan Ortagus :

Menlu AS Michael R. Pompeo bergabung dengan rekan-rekan dari 17 negara dalam Pertemuan Menteri Luar Negeri KTT Asia Timur ke-10 pagi ini.

Menlu AS Pompeo menyoroti dukungan AS terhadap prinsip-prinsip keterbukaan, inklusivitas, transparansi, dan penghormatan terhadap hukum internasional. Prinsip-prinsip ini dipegang bersama dalam seluruh visi Indo-Pasifik kami, Pandangan ASEAN tentang Indo Pasifik, serta visi negara-negara anggota KTT Asia Timur lainnya.

Menlu AS Pompeo memuji persatuan dan transparansi ASEAN dalam menghadapi pandemi COVID-19 serta menguraikan upaya-upaya AS untuk memanfaatkan semua sumber daya yang tersedia guna mengembangkan vaksin dan obat-obat terapi yang aman, efektif, terjangkau, dan tersedia secara luas untuk melawan virus ini.

Ia juga menggarisbawahi komitmen AS — baik pemerintah maupun sektor swasta — untuk bermitra dengan negara-negara ASEAN dalam upaya pemulihan ekonomi.

Menlu AS Pompeo bersama beberapa negara ASEAN dan para mitra lainnya turut menyuarakan keprihatinan atas tindakan agresif RRC di Laut China Selatan. Ia menegaskan kembali bahwa selaras dengan Putusan Mahkamah Arbitrase 2016, Amerika Serikat menganggap klaim maritim ekspansif Beijing di Laut China Selatan adalah pelanggaran hukum.

Menlu AS Pompeo bersama beberapa negara lainnya juga menyuarakan keprihatinan atas penerapan undang-undang keamanan nasional secara luas di Hong Kong, penangkapan para mahasiswa pro-demokrasi, penundaan pemilu selama setahun, dan diskualifikasi para kandidat pro-demokrasi dalam pemilu.

Menlu AS Pompeo, bersama para menteri lainnya, menyerukan penghentian kekerasan dan pencapaian solusi berdasarkan negosiasi atas kekerasan yang terus meningkat di Negara Bagian Rakhine, dan kepada Republik Rakyat Demokratik Korea Utara (RRDK) agar meninggalkan program Senjata Pemusnah Masal (WMD) dan rudal balistiknya, seperti yang disyaratkan melalui resolusi Dewan Keamanan PBB. (***)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here