Kapolda Papua : Kasus Penembakan Pdt. Jeremias Zanambani Menjadi Fokus Kami

0
125

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Kapolda Papua, Inspektur Jenderal Paulus Waterpauw mengatakan, kasus kekerasan yang terjadi terhadap almarhum pendeta Jeremias Zanambani menjadi fokus penyeledikan tim investigasi.

Saat ini pihat aparat keamanan bersama Pemerintah Daerah serta DPRD Kabupaten Intan Jaya telah melakukan koordinasi dalam menangani permasalahan tersebut.

“Sudah cukup baik koordinasinya, saat ini tim kita bersama Pemda setempat sudah berhasil menemui keluarga korban,” kata Kapolda, Kamis, (29/9) malam.

Kapolda menjelaskan pertemuan dengan keluarga almarhum pendeta Jeremias Zanambani dilakukan di Distrik Sugapa mengingat situasi pasca penembakan 19 September lalu di Distrik Hitadipa hingga kini belum kondusif.

“Kenapa pertemuan di Sugapa, karena di Hitadipa belum kondusif, hal ini dikarenakan disana sudah hadir kurang lebih lima sampai enam KKB yang telah menguasai distrik itu,” ungkapnya.

Sebelumnya, warga masyarakat yang mangklaim diri sebegai Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) ini melakukan kekerasan terhadap tukang ojek dan dua anggota koramil, 17 September 2020 lalu.

“Hari ini juga saya baru terima video tentang pembantaian tukang ojek itu. Cukup mengerikan, saya tidak tau manusia kita ini kok sangat sadis, ini sama dengan terjadi di Yahukimo, saya pikir kita harus betul-betul waspada atas aksi kekerasan yang secara tiba-tiba dilakukan oleh warga yang mengklaim diri sebagai KKB,” ujarnya.

Sementara kata Kapolda, untuk pelaksanaan olah TKP guna mengetahui siapa pelaku penembakan pendeta Jeremias sampai saat ini masih dalam proses sebab akses menuju Distrik Hitadipa dari Sugapa cukup sulit.

“Agak susah memang masuknya karena, dari Sugapa menuju ke Hitadipa itu kurang lebih delapan kilo dan hanya melalui satu jalan. Dan jalan ini karena berada di atas gunung maka dikuasai oleh enam kelompok KKB tadi,” Jelas Kapoda Waterpauw.

Tim investigasi juga telah meminta keterangan dari beberapa saksi (Mama-mama), keterangan tersebut menurut Kapolda sudah cukup baik tinggal nanti dibuktikan dengan bukti-bukti di TKP.

“Karena itukan posisi jatuhnya korban apakah benar di sekitar itu atau di tempat lain itu harus dibuktikan lewat olah TKP. Orang banyak mengatakan almarhum ketika ditemukan di kandang Babi, nah kandang babi yang mana? Yang di maksud posisi seperti apa itu harus lewati olah TKP,” ujarnya.

“Proses olah TKP juga tidak gampang karena kemarin saja kehadiran Bupati dan rombongan ketika di jemput Kapolres dan Dandim masih mengalami tembakan,” kata Waterpauw menambahkan. (Gracio/lintaspapua.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here