Parayaan HUT Lalu Lintas Bhayangkara ke-65 Digelar Sederhana

0
77

JAYAPURA (LINTAS PAPUA)- Kapolda Papua Irjen Pol Drs. Paulus Waterpauw memimpin acara syukuran HUT Lalu Lintas Bhayangkara ke-65 tahun 2020 yang berlangsung di Aula Rastra Samara, Polda Papua, Selasa (22/9). Kegiatan parayaan HUT Lalu Lintas Bhayangkara ke-65, dilaksanakan secara sederhana karena adanya pandemi Covid-19.

Dalam sambutan KakorLantas Polri Irjen Pol Drs. Istono, M.H. yang dibacakan oleh Kapolda Papua mangatakan, pada peringatan hari Lalu Lintas ke-65 tahun 2020 dengan tema “Road safety policing : implementasi e-policing pada fungsi Lalu Lintas di era digital menuju indonesia emas 2045” tema ini menjadi penjabaran dari program prioritas Polri khususnya untuk mewujudkan Polri yang profesional, modern dan terpercaya.

Untuk merespon kebutuhan masyarakat yang mengharapkan pelayanan dengan berbagai kecanggihan dan kemajuan tekhnologi maka Polisi Lalu Lintas terus berbenah didalam memberikan pelayanan kepada masyarakat mengikuti perkembangan saat ini dengan berbasis IT keberadaan Polisi Lalu Lintas dalam masyarakat dituntut sebagai pelindung, Pengayom, pelayan, dan penegakkan hukum untuk mengamankan dan memberikan rasa aman di jalan bagi masyarakat sehingga masyarakat dapat melakukan segala aktifitasnya agar dapat meningkatkan kualitas hidup.

“Sepanjang 65 tahun sejarah pengabdian Polisi Lalu Lintas telah banyak berperan dalam mewujudkan Kamseltibcarlantas hingga ke berbagai pelosok indonesia, tugas Polisi Lalu Lintas sangat mulia dan kedepan mempunyai tantangan sangat berat sebagai penjaga kehidupan, pembangun peradaban dan pejuang kemanusiaan. Ini juga merupakan Implementasi Grand Strategiy Polri dan program prioritas Kapolri (Promoter) guna mewujudkan Trust Building dimana Polisi lalu lintas sebagai etalase Polri,” ujarnya.

Sesuai dengan amanat undang-undang nomor 22 tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan Polisi Lalu Lintas mempunyai tugas dan tanggung jawab untuk Mewujudkan dan memelihara keamanan, keselamatan dan kelancaran serta ketertiban berlalu lintas (Kamseltibcarlantas), Meningkatkan kualitas keselamatan dan menurunkan tingkat fatalitas korban kecelakaan lalu lintas, Membangun budaya tertib berlalu lintas, Meningkatkan kualitas pelayanan kepada publik.

“Ke 4 point diatas merupakan hal yang kompleks dan tidak bisa ditangani oleh Polisi Lalu Lintas sendiri, melainkan sinergitas antar pemangku kepentingan menjadi sangat mendasar dalam menemukan akar masalah, dan solusinya. Yang telah disepakati bersama dalam instruksi Presiden RI nomor 4 tahun 2013 tentang dekade aksi keselamatan jalan dengan target,” jelas Kapolda.

Mewujudkan lima pilar aksi keselamatan jalan sebagaimana dikatakan, dalam rencana umum nasional keselamatan (runk) dengan waktu 25 Tahun (2011-2035). Dalam melaksanakan amanat undang-undang, Polisi Lalu Lintas telah melakukan terobosan kreatif dan selalu berkembang dari tahun ke tahun dengan mewujudkan Road Safety Policing yang merupakan upaya peningkatan kualitas.

Semua inovasi yang dilakukan Polisi Lalu Lintas hanya semata untuk dapat dirasakan masyarakat sebagai pelayanan yang cepat, tepat, akurat, transparan, akuntabel, informatif, dan mudah diakses sehingga dapat mewujudkan pelayanan prima kepada masyarakat. Untuk menjalankan tugas dalam fungsi Kepolisian Polantas harus semakin baik melalui inisiatif sebagai penggerak revolusi mental, terutama untuk hal-hal yang berkaitan dengan fungsi lalu lintas.

“Keteladanan dalam leadership yang transpormatif dan memberdayakan, menginspirasi, memberikan solusi bagi terwujudnya Polisi Lalu Lintas yang unggul. Inilah kepemimpinan yang mampu memperbaiki kekurangan masa lalu, siap untuk menghadapi tuntutan, tantangan, harapan bahkan ancaman dimasa kini dan mampu menyiapkan masa depan yang lebih baik. Dengan kondisi saat ini terjadinya pandemi Covid-19, Polisi Lalu Lintas dituntut melakukan kegiatan yang mendukung pemerintah dalam memutus rantai penyebaran covid-19 dan kegiatan sosial kepada masyarakat,” katanya.

Keberhasilan Polisi Lalu Lintas dalam memutus penyebaran Covid-19 yaitu dengan melaksanakan kegiatan pengamanan Operasi Ketupat 2020 dengan bersama-sama melakukan himbauan larangan mudik, mampu mengembangkan berbagai inovasi dan aplikasi menggunakan dukungan IT dengan program online, dan memberikan bantuan sosial terhadap pengemudi taksi, supir bis/truk dan kernet sejumlah 197.256 orang yang terdampak akibat pandemi Covid-19 dengan kegiatan program keselamatan 2020 selama 3 bulan dari tanggal 15 April-12 Agustus.

“Saya memberikan apreasiasi kepada seluruh anggota Polisi Lalu Lintas yang sudah bekerja secara profesional dan ikhlas memberikan pelayanan kepada masyarakat dan membantu dalam proses penanganan pandemi Covid-19. Saya juga mengucapkan terimakasih kepada instansi terkait dan mitra Polri yang telah memberikan kerjasama dan bantuannya. Semoga bisa lebih ditingkatkan sehingga dapat mewujudkan Kamseltibcar Lantas sesuai dengan harapan masyarakat bangsa Indonesia,” pungkasnya.
(Gracio/lintaspapua.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here