Warga Ekspo Waena Tak Sadarkan Diri Usai Tabrak Mobil Innova

0
127
Kasat Lantas Polres Jayapura, AKP Andika Temanta Purba. (Irfan /LPC_)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Yuventus Restri Salombe (20), warga Belakang Ekspo Waena, Distrik Heram, Kota Jayapura, tak sadarkan diri usai menabrak mobil Kijang Innova bernomor Polisi DD 1127EU, Selasa (15/9/2020) malam lalu.

Kejadian laka lantas terjadi, sekitar pukul 21.30 WIT antara sepeda motor Honda GL-Max bernomor Polisi DS 2611 AS yang dikendarai oleh korban dengan mobil yang dikemudikan oleh seorang prajurit TNI aktif yang bertugas di Batalyon Infanteri (Yonif) RK 751/VJS inisial LB (25) di Jalan Raya Sentani-Kemiri, tepatnya di depan Pos Penjagaan Provost Yonif RK 751/VJS, Kota Sentani, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura.

Kasat Lantas Polres Jayapura, AKP Andika Temanta Purba saat ditemui LintasPapua.com bersama satu rekan wartawan media online di ruang kerjanya, Sabtu (19/09/2020) malam mengungkapkan, bahwa kecelakaan ini terjadi tepat di depan pintu masuk Batalyon Infanteri RK 751/VJS dan baru dilaporkan ke pihaknya kurang lebih satu jam setelah kecelakaan itu terjadi.

“Kajadian ini baru dilaporkan ke kami kira-kira lebih dari satu jam setelah kejadian. Memang laporannya terlambat padahal dekat, faktornya apa kami juga belum tahu. Jadi ketika kami tiba di lokasi kejadian memang kondisi TKP sudah tidak 100 persen, karena ada yang sudah dipindahkan dan lain sebagainya,” kata AKP Andika Purba.

Diapun menjelaskan, karena pihaknya tidak melihat langsung kejadian tersebut, pihaknya langsung menggali informasi dari saksi yang menyaksikan langsung kejadian tersebut.

“Dari keterangan saksi, pada saat itu mobil Kijang Innova warna abu-abu metalik yang dikendarai oleh LB seorang TNI aktif yang berdinas di Batlayon Infanteri RK 751/VJS ini awalnya bergerak dari arah Hawai-Sentani ke arah Kemiri. Sesampainya di tempat kejadian atau tepatnya di depan Pos Provost Batalyon Infanteri RK 751/VJS, mobil Kijang tersebut berencana hendak masuk. Jadi dia sudah pindah lajur untuk masuk ke Batalyon 751, tapi katanya pintu sudah ditutup, sehingga mau diteruskan putar balik ke arah Hawaii lagi”.

“Pada saat itulah benturan terjadi. Adapun yang benturan ini adalah kendaraan GL Max warna hitam DS 2611 AS yang dikendarai oleh korban. Beliau ini bergerak dari arah Kemiri diduga dengan kecepatan tinggi. Buktinya, bekas pengeremannya kurang lebih 30 meter, berarti kalau 30 meter tidak berhenti. Diduga kecepatannya di atas 80 km per jam. Diduga pengendara GL-Max ini kaget dengan mobil Kijang Innova yang hendak masuk ke Batalyon 751, sehingga menabrak pintu sebelah kiri dari mobil Kijang Innova dan terpental ke sisi kiri jalan,” jelas Andika.

Dikatakannya, menurut laporan yang diterima pihaknya, pada saat itu juga pengendara sepeda motor ini tak sadarkan diri dan langsung dilarikan ke RSUD Youwari untuk mendapatkan penanganan medis.

Andika juga mengungkapkan bahwa sampai saat ini mobil Kijang Innova yang di kendarai oleh seorang Prajurit TNI ini masih berada di markas Batalyon Infanteri RK 751/VJS.

“Saya tidak bisa menampik bahwa saat ini BB atau barang bukti itu (Kijang Innova) masih berada disana, nanti kalu saya bilang sudah diambil lalu masnya lihat tidak ada saya dibilang berbohongkan, jadinya tidak etis. Memang masih disana dan kami sedang mengupayakan untuk mengambilnya dengan cara komunikasikan hal ini kepada pimpinan disana,” tuturnya.

Kasat Lantas juga menyampaikan keprihatinannya kepada korban yang hingga saat ini masih belum sadarkan diri.

Keluarga Ingin Bertemu LB

Sementara itu, keluarga Yuventus Restri Salombe korban kecelakaan yang hingga saat ini belum sadarkan diri ingin sekali bertemu dengan Lutfi alias LB  oknum Prajurit TNI yang terlibat dalam kecelakaan tersebut. Hal ini diungkapkan oleh Andarias Salombe, ayah dari korban kecelakaan tersebut.

“Kami hanya ingin bertemu saja, tidak lebih. karena kami hanya ingin mengetahui ceritanya langsungn dari anggota ini, cuma itu saja tidak lebih,” tukasnya saat ditemui Lintaspapua.com di RSUD Youwari, Sabtu (19/09/2020) malam.

Andarias mengungkapkan bahwa beberapa kali memang ada prajurit TNI yang datang untuk menjenguk anaknya, namun yang disayangkannya bukan LB yang datang tetapi rekannya.

“Iya, pasca operasi memang mereka sempat datang beberapa kali, tapi yang kami sayangkan adalah kenapa bukan dia (Lutfi) yang datang, tapi temannya. Saya tidak tahu itu senior atau lettingnya saya tidak tahu, tapi memang beberapa tentara sempat datang kesini 2 atau 3 kali” tuturnya.
Satrianus Relly Salombe, kakak dari korban kecelakaan ini pun menambahkan bahwa pihaknya sangat menyesalkan sikap LB.

Sementara itu,  ditempat terpisah, Komandan Batalyon Infanteri (Danyonif) Raider Khusus 751/VJS, Mayor Inf. Saeri ketika dikonfirmasi wartawan media online ini mengatakan, bahwa kecelakaan lalu lintas ini sudah ditangani oleh pihak Kepolisian.

“Bang semuanya sudah ditangani polisi, silahkan konfirmasi ke Polres,” ucapnya dalam pesan elektronik WhatsApp (WA) yang dikirimnya ke wartawan media online ini, Minggu (20/9/2020) malam.
“Barang bukti tidak ada di Mayonif, terima kasih,” singkat Danyonif Raider Khusus 751/VJS Mayor Saeri mengakhiri. (Irf)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here