Polisi Sebut Penembakan Pendeta Di Intan Jaya Oleh KKB

0
150

JAYAPURA (LINTAS PAPUA)- Kepolisian Daerah (Polda) Papua menyebutkan kematian salah satu pendeta di Kabupaten Intan Jaya merupakan perilaku dari Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).

“Isu yang beredar bahwa kasus penembakan yang mengakibatkan Pdt. Yeremias Zanambani dilakukan oleh aparat TNI itu tidak benar,” kata Kabid Humas, Polda Papua, Kombes Pol Ahmad Musthofa Kamal di Jayapura, Senin (21/9).

Menurut Kamal, bahwa di Distrik Hitadipta (lokasi terjadinya penembakan) Kabupaten Intan Jaya tidak ada personel TNI dan Polri, yang ada hanyalah Pos persiapan Koramil Hitadipta.

“KKB melalui Juru Bicaranya saat ini kembali menebar fitnah dengan mengatakan bahwa TNI lah pelaku penembakan. Saat ini KKB sedang mencari momen untuk menarik perhatian di Sidang Umum PBB akhir bulan ini,” ungkapnya.

“Rangkaian kejadian beberapa hari ini adalah settingan KKB yang kemudian diputarbalikkan bahwa TNI melakukan penembakan kepada pendeta. Harapan mereka, kejadian ini jadi bahan di Sidang Umum PBB,” ujarnya.

Pihaknya menghimbau, bagi warga masyarakat untuk tidak terprovokasi dengan sebaran fitnah oleh KKB, khususnya melalui medsos. “Fitnah mereka di media sosial, jelas sudah setingan dan rekayasa untuk menghasut masyarakat sekaligus menyudutkan TNI/Polri dan pemerintah menjelang Sidang Uum PBB,” jelas Kamal.

Dia mengatakan, TNI bersinergi dengan Polri bertugas untuk melindungi masyarakat dari kebiadaban KKB seperti yang telah mereka tunjukkan dalam satu minggu terakhir ini.

“TNI-Polri justru melindungi masyarakat dari aksi yang dilakukan oleh KKB baik di Kabupaten Intan Jaya maupun dibeberapa daerah yang menjadi tempat mereka melakukan tindak kekerasan,” ujarnya.

Belakangan ini dikatahui rentetan kasus kekerasan terus terjadi di Kabupaten Intan Jaya, Papua yang dilakukan oleh KKB pimpinan Jelek Waker.

“Memang dalam beberapa hari belakang ini telah terjadi penembakan terhadap dua anggota TNI yang dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata, dimana ke dua anggota TNI gugur dan dua warga sipil mengalami luka tembak dan satu luka sabetan parang yang mengakibatkan korban meninggal dunia,” ungkapnya.

“Sehingga kami dari pihak keamanan ingin melakukan komunikasi dengan para tokoh agama untuk lebih berhati-hati dengan situasi yang saat ini terjadi,” katanya menambahkan.

(Gracio/lintaspapua.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here