Launching Aplikasi Simada untuk Atasi Permasalahan Aset di Kabupaten Jayapura

0
69

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayapura lewat proyek perubahan salah satu siswa Diklat PIM II atas nama Jhon Simatauw melaunching aplikasi Simada (Sistem Informasi Manajemen Aset Daerah).

Kegiatan launching yang berlangsung di VIP Room Bupati Jayapura, Kantor Bupati Jayapura, Gunung Merah, Sentani itu untuk mengatasi permasalahan aset di Kabupaten Jayapura yang sering mendapat atensi atau catatan dari BPK RI Perwakilan Papua selama ini.


“Memang data ini sesuatu yang sangat kita butuhkan, karena disaat kita merencanakan sesuatu maka kita butuhkan data. Data yang valid, data yang akurat, secara khusus aset yang kita miliki,” ujar Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, SE, M.Si, kepada awak media usai melaunching aplikasi Simada, di VIP Room Bupati Jayapura, Kantor Bupati Jayapura, pekan kemarin.

Lanjut Bupati Mathius mengatakan, aplikasi tersebut menjadi modal untuk bagaimana di pergunakan secara maksimal. Apalagi dengan sistem ini dapat mempermudah dan cepat mengetahui pengelolaan dan pengamanan aset daerah.

“Mudah-mudahan ini bisa menjadi persembahan yang berarti untuk kabupaten ini, karena dapat meringankan kerja kita. Tapi juga mengefektifkan pelayan kita di Kabupaten Jayapura,” tegas Bupati Jayapura Mathius Awoitauw.


Dirinya berharap, terus kembangkan sistem atau aplikasi Simada ini, dengan demikian pelayanan publik dan kerja-kerja pegawai di bidang lain ikut tertolong dengan aplikasi atau sistem serupa. Kedepan, Simada akan menjadi sesuatu yang membanggakan di daerah ini.
Sementara itu, siswa Diklat PIM II yang juga sebagai Kepala Bagian (Kabag) Keuangan Setda Kabupaten Jayapura, Jhon Simatauw menjelaskan, aplikasi Simada ini muncul karena masih ditemukannya sejumlah permasalahan aset di daerah ini.

Jhon Simatauw menuturkan, permasalahan aset ini bukan saja terjadi di Kabupaten Jayapura, tetapi hampir di semua kabupaten/kota bahkan di provinsi. Permasalahan aset adalah permasalahan mendasar yang selama ini sulit untuk di selesaikan, sehingga muncul ide dan gagasan guna dijadikan materi proyek perubahan saat mengikuti Diklat PIM Tingkat II demi menyelesaikan permasalahan aset di Kabupaten Jayapura.

Untuk itu, dirinya berharap, dengan adanyan aplikasi Simada dapat membantu pengelolaan dan pengamanan aset di Pemerintah Kabupaten Jayapura. Dimana selama ini aset menjadi permasalahan. Contoh laporan hasil pemeriksaan BPK Propinsi Papua, tanggal 9 Mei tahun 2019 menyatakan bahwa pengeloaan aset d kabupaten jayapura belum sesuai dengan aturan.

“Sehingga harapan kami dengan adanya sistim ini pengelolaan aset akan lebih baik tetapi tentunya tidak semuda yang diucapkan karena begitu banyak proses yang harus di selesaikan secara bertahap,” pungkas Kabag Keuangan.

Ditambahkan, tahapan yang dimaksud adalah, ada jangan pendek, jangkan menengah dan jangka panjang. Jangka pendek, sistim tersebut harus dipersiapakan dalam jangka waktu kurang lebih 2 bulan, jangka menengahnya kurang lebih 1 tahun sedangkan jangka panjang diatas 1 tahun. (Irf)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here