Pansus Pengadaan Barang dan Jasa DPRD Maybrat Terbentuk : Jufri Kambuaya Siap Pimpin Pengawasan Semua Proyek

0
550
Ketua Pansus Pengadaan Barang dan Jasa, Jufri Kambuaya. S.Hut, saat memberikan keterangan. (ISTIMEWA)

SORONG (LINTAS PAPUA)  – Ketua Pansus Pengadaan Barang dan Jasa , Jufri Kambuaya, S.Hut., mengatakan bahwa tujuan di bentuknya Pansus ini untuk melakukan pengawasan langsung terhadap sejumlah kegiatan pemerintah Kabupaten Maybrat sudah berlangsung.

“Namun adanya indikasi pekerjaan fisik maupun non fisik belum dikerjakan secara maksimal, Pansus dapat turun langsung lapangan mengambil data terkait pekerjaan yang sudah di kerjakan, apakah berjalan sesuai dengan kontrak yang ditetapkan atau ada persoal,” ujar Ketua Pansus Pengadaan Barang dan Jasa , Jufri Kambuaya, S.Hut, dalam keterangan kepada media, Kamis, 17 September 2020.

Sebagaimana diketahui dari informasi yang dihimpun, pembentukan Pansus merujuk pada SK DPRD Kab.Maybrat No.01/PIM-DPRD/MBT/VII/2020 tentang Pembentukan Pansus Pengadaan Barang dan Jasa dan  berdasarkan UU No 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah,UU No.17 tentang MPR, DPR, DPD dan DPRD.

Serta Peraturan Pemerintah (PP) No. 12 tahun 2018 tentang Pedoman Penyusunan Tatib serta PP No.16 tahun 2018 tentang Pengadaan Barang dan Jasa maka digelar rapat untuk membahas kegiatan dan Jadwal kegiatan pansus pengadaan Barang dan Jasa.

Rapat yang digelar pada 15 September 2020, pukul 11.00 Wit di Kantor DPRD Kabupaten Maybrat itu dipimpin langsung Ketua Pansus Jufri Kambuaya. S.Hut,  dihadiri oleh para anggota pansus terdiri dari Fernando Sollosa,SE.Nehemia Isir. SE, MM, Naftali Kambu,SH., Sebastian Bame, S.IP., dan Thomas Aitrem.

Ditambahkan, dengan adanya hal ini, sehingga temuan di lapangan akan menjadi sumber data dalam melakukan klarifikasi terhadap OPD terkait juga memantau proses tender pekerjan apakah sudah sesuai prosedurnya atau ada unsur KKN\.

“Karena di Kabupaten Maybrat pekerjaan fisik dn non fisik kita tidak lihat nampak dikerjakan dengan baik hal ini juga akan menambah permasalahan pembangunan di Kabupaten Maybrat dampaknya kesejahteraan rakyat tidak terwujud. Pansus pengadaan Barang dan Jasa di bentuk tergerak ikut mendorong kemajuan pembangunan,” katanya.

Anggota Pansus. Fernando Sollosa,SE menjelaskan bahwa pansus ini tidak berniat mencari kesalahan OPD tetapi lebih mengutamakan pengawasan terhadap Kinerja OPD dalam rangka mendukung Visi dan Misi Bupati Kabupaten Maybrat.

“Kami melihat banyak persoalan terutama terkait pekerjan fisik dn non fisik juga proses tender serta adanya pungutan liar sedang terjadi di Kabupaten Maybrat, oleh karenanya kami berupaya semaksimal bekerja secara independet menemukan permasalahannya untuk selanjutnya direkomendasikan guna dilakukan perubahan menuju kearah yang lebih baik,” tandasnya. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here