Berdialog, Palang Ruas Jalan Masuk dan Keluar Menuju Pasar Pharaa Akhirnya Dibuka

0
92

Pemilik hak ulayat atas jalan masuk dan keluar menuuju Pasar Pharaa Sentani beserta TNI dan Polri serta utusan Pemerintah Kabupaten Jayapura yang diwakili Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Jayapura Alfons Awoitauw bersama-sama mengangkat kayu palang dari tengah jalan di jalan masuk Pasar Phara Sentani, Kabupaten Jayapura, Kamis (17/9/2020). (Irfan /LPC)

Meski Sudah Dibuka, Ini Tuntutan Pemilik Ulayat

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Melalui sebuah dialog yang sangat alot bersama yang dilakukan unsur Forkompimda Kabupaten Jayapura yaitu Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kabupaten Jayapura Alfons Awoitauw dan TNI Polri serta masyarakat adat sebagai pemilik hak ulayat atas tanah jalan masuk dan keluar menuju Psar Pharaa Sentani, akhirnya sepakat untuk membuka kayu palang di jalan masuk dan keluar menuju Pasar Pharaa Sentani yang dilakukan secara bersama-sama antara pemerintah, TNI Polri dan masyarakat pemilik hak ulayat.

Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kabupaten Jayapura, Alfons Awoitauw menjelaskan, secara teknis penyelesaian masalah tuntutan dari masyarakat adat mengenai ruas jalan itu akan ditangani langsung oleh pemerintah.

“Langkah selanjutnya tugas pemerintah untuk menyelesaikan, kedua pemalangan adalah proses mengecek pemerintah mengenai kesepakatan-kesepakatan yang dianggap belum diselesaikan. Selanjutnya ini akan diselesaikan di bagian pertanahan,” kata Alfons Awoitauw, ketika ditemui di lokasi kejadian, Kamis (17/9/2020).

Sementara itu, masyarakat adat sendiri mengaku meskipun palang itu dibuka. Namun sifatnya hanya sementara. Apabila pertemuan antara pemerintah dan pihak adat mengenai masalah lahan tanah jalan itu belum diselesaikan, maka bukan tidak mungkin mereka akan kembali melakukan pemalangan di tiga ruas jalan masuk maupun keluar menuju Pasar Pharaa tersebut.

“Kami punya tuntutan satu saja, jalan ini harus diselesaikan, ya harus bayar. Kalau tidak kami akan palang kalau belum ada kesepakatan yang jelas,” ungkapnya.

Perlu diketahui dibukanya kembali palang di ruas jalan itu, setelah TNI dan Polri bersama perwakilan pemerintah yang diwakili oleh Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Jayapura melakukan dialog persuasif kepada pihak masyarakat adat.

Untuk diketahui, usai pembukaan palang tersebut masyarakat adat pemilik hak ulayat atas tanah di ruas jalan masuk dan keluar menuju Pasar Pharaa Sentani itu langsung melakukan pertemuan dengan Pemkab Jayapura yang diwakili oleh Sekda Kabupaten Jayapura Dra. Hanna S. Hikoyabi dan juga dihadiri perwakilan anggota DPRD Kabupaten Jayapura di Kantor Bupati Jayapura, Gunung Merah, Sentani, Kabupaten Jayapura. (Irf)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here