Pertikaian Antar Kampung Di Kabupaten Jayawijaya, Lima Orang Luka Berat

0
80

JAYAPURA (LINTAS PAPUA)- Pertikaian antara dua kelompok masyarakat di Kabupaten Jayawijaya, Papua, yakni kampung Wukahilapok, Distrik Pelebaga dan Meagama Distrik Hubikosi mengakibatkan lima orang mengalami luka berat.

Polres Jayawijaya yang mengetahui adanya aksi saling serang antara ke-dua kampung itu lalu mendatangi TKP untuk mencegah pertikaian tersebut yang dipimpin langsung Kapolres Jayawijaya AKBP Dominggus Romaropen.

Kapolres Jayawijaya lalu memberikan himbauan kepada masyarakat Kedua Distrik untuk tidak saling menyerang dan memerintahkan kepada tokoh masyarakat menarik pasukannya serta menghentikan peperangan.

Kemudian, Kapolres juga meminta kepada tokoh Kampung Meagama agar berdialog bersama dengan tokoh Kampung Wukahilapok di Polres Jayawijaya.

Setelah berkomunikasi melalui telepon disepakati bahwa kedua Kampung akan berdialog dengan perwakilan 10 orang dari masing-masing Tomas kedua Kampung, bertempat di Polres Jayawijaya, Sabtu, (12/9/2020).

Selanjutnya, Kapolres Jayawijaya AKBP Dominggus Rumaropen memimpin razia senjata tajam di dua titik Jalan Lantipo dan di Jalan safidarwin – Irian bersama Anggota Lalulintas , Sat Dalmas dan Brimob dalam rangka Mengantisipasi bentrok antar Kampung Meagama dan Kampung Wukahilapok berdampak ke dalam Kota Wamena.

Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Ahmad Musthofa Kamal mengatakan bahwa saat ini anggota masih melakukan penjagaan di sekitar lokasi dan melakukan razia senjata tajam guna mencegah terjadinya bentorkan susulan.

“Sementara untuk korban luka panah, sempat akan di evakuasi RSUD Wamena namun pihak keluarga menolak, sehingga diminta untuk dibawa pulang ke Kampung masing-masing. Diduga aksi penyerangan tersebut dilatarbelakangi pembakaran Honai kosong di tengah hutan Kampung Meagama oleh Orang Tak Dikenali (OTK),” katanya, di Jayapura, Sabtu.

Dirinya mengimbau kepada masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab yang memanfaatkan situasi untuk mengganggu stabilitas keamanan.

Diketahui ke-lima korban dari pertikaian tersebut yakni Nias Wanimbo (luka panah di punggung kanan), Herman Wakerwa (Luka panah di Dada kiri), Kius Wanimbo (Luka panah di mata kiri), Mon miaga (luka bagian kaki kanan) dan Adrius Kalolik (luka panah di paha kiri).

(Gracio/lintaspapua.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here