🇰 🇮 🇳 🇬 ‘🇸 🇸 🇼 🇴 🇷 🇩 : DIUJI SAAT LAPAR

0
94
(http://mauliutus.org/web/artikel/199-lima-roti-dan-dua-ikan )

🇰 🇮 🇳 🇬 ‘🇸 🇸 🇼 🇴 🇷 🇩
Jumat 11 September 2020

Bacaan Setahun:
Mzm. 104
Ayb. 38
Rm. 6

DIUJI SAAT LAPAR

“Dan setelah berpuasa empat puluh hari dan empat puluh malam, akhirnya laparlah Yesus. Lalu datanglah si pencoba itu dan berkata kepada-Nya: “Jika Engkau Anak Allah, perintahkanlah supaya batu-batu ini menjadi roti.” Matius 4:2-3

Tujuan kedewasaan kita adalah menjadi seperti Kristus, mari kita lihat bagaimana Kristus mengatasi setiap pencobaan kedewasaan yang diperhadapkan pada diri-Nya. Yang pertama adalah ujian kedewasaan menyikapi lapar secara jasmani. Diceritakan bahwa Yesus dibawa oleh Roh ke padang gurun dan berpuasa 40 hari 40 malam, dan kemudian laparlah Yesus.

Seperti Adam, Yesus dicobai dengan menggunakan makanan. Setiap manusia normal pasti akan merasa lapar jika sudah tidak makan dalam waktu yang cukup lama, dan biasanya manusia akan berbuat segala macam cara untuk bisa makan.

Manusia paling takut dengan yang namanya lapar, bahkan pada kelaparan, buktinya setiap manusia akan berusaha keras untuk makan, bahkan dengan bekerja keras dan istilahnya membanting tulang, supaya ia dapat makan.

Hingga saat ini persoalan lapar merupakan persoalan utama dalam kependudukan, sebab pasti akan terjadi kekacauan jika rakyat lapar, manusia rela berbuat kejahatan demi tidak lapar. Bahkan kekuatiran akan lapar membuat seseorang melakukan korupsi, manipulasi, bahkan membunuh orang lain.

Ada beberapa hal yang kita pelajari dari pencobaan ini. Yang pertama, pencobaan yang diberikan si pencoba pada Yesus ini bertujuan untuk mengalihkan Yesus dari hal rohani (puasa) kepada hal jasmani (roti). Seringkali kehidupan kita melupakan spiritualitas dan hanya memikirkan bagaimana mendapatkan kebutuhan jasmani.

Yeng kedua, pencobaan ini bertujuan supaya Yesus tidak mempercayakan diri kepada Bapa-Nya, tetapi menangani sendiri persoalan lapar itu dengan cara yang “tidak halal” yaitu dengan menggunakan keilahian-Nya. Kita harus percaya pada Bapa, dan tidak bersikeras “mengadakan sesuatu yang kita inginkan” dengan cara kita sendiri, bukan dengan percaya bahwa Tuhan bekerja dengan cara-Nya.

Yang ketiga, ketahuilah bahwa pencobaan tentang lapar ini akan datang pada saat yang tepat. Setan menyerang titik lemah kemanusiaan manusia, yaitu enggan (tidak mau) lapar. Setan akan menunggu waktu yang tepat, saat kita sungguh-sungguh sudah lapar (bisa lapar makanan, hawa nafsu sex, kekayaan, jabatan) ia akan datang dan menawarkan kita untuk melakukan kejahatan, hanya supaya tidak lapar lagi.

Jika ingin menjadi serupa Kristus, siapkah Anda untuk menang atas pencobaan ini? Kita sungguh-sungguh dewasa jika mampu tetap menguasai diri (buah roh penguasaan diri), walaupun secara jasmani sudah “lapar”. (JB)

Questions :
1. Jenis kelaparan apa yang sangat mengganggu Anda secara pribadi, terhadap makanan, hawa nafsu, keinginan mata?
2. Menurut Anda, apa cara terbaik untuk tidak tergoda oleh setan saat Anda “merasa lapar”?

Values :
Setan menyerang titik lemah kemanusiaan manusia, yaitu enggan (tidak mau) lapar.

Salah satu ciri kedewasaan seseorang adalah ia tetap bisa mengendalikan dirinya meskipun apa yang sangat ia inginkan tidak ia dapatkan saat itu juga.

“Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu.”
__ Amsal 3:5-6

Cara pikir, kebijaksanaan, dan pengetahuan Tuhan jauh di atas cara-cara kita yang kecil, pikiran yang terbatas, dan imajinasi yang sempit. Namun pada kenyataannya terlalu sering kita memilih keinginan daging kita sendiri dan bersandar pada pemahaman kita yang minim untuk menentukan jalan hidup kita.

Ayat ini mengingatkan kita untuk tidak bersandar pada pemahaman kita sendiri yang mudah bias dan keliru; sebaliknya, kita harus menerima Firman-Nya dan percaya kepada Tuhan dengan segenap hati kita terlebih pada saat-saat seperti sekarang ini dimana kita tidak dapat memahami atau mengerti apa yang sedang terjadi dan apa yang harusnya kita lakukan.

Hanya pada Tuhan sajalah kita dapat berharap. Dan janganlah berhenti berharap kepada-Nya karena Ia tidak pernah mengecewakan kita. (Disadur Dari Sharing WhatsApp)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here