Tiba di Bandara Sentani, Empat Napi Makar Disambut Ratusan Massa

0
344
Penjemputan Empat Narapidana Kasus Markas di Bandara Sentani. (Irfan /LPC)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Suasana gembira dari ratusan warga Papua mewarnai empat mantan narapidana kasus makar, yaitu Buchtar Tabuni, Agus Kossay, Steven Itlay dan Hengky Hilapok, saat tiba di Bandara Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, Sabtu (22/8/2020).

Keempat mantan napi makar ini telah dinyatakan bebas murni setelah menjalani masa hukuman selama 10 hingga 11 bulan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim).

Setelah bertemu simpatisan KNPB di Bandara Sentani, Buchtar Tabuni selaku Wakil Ketua (Waket) II Badan Legislatif ULMWP (United Liberation Movement for West Papua) menyampaikan bahwa pihaknya akan berkunjung ke rumah duka almarhum Yuliana Yabansabra sebagai bentuk penghormatan.

“Dari bandara ini kami langsung menuju ke tempat duka untuk mengikuti upacara pemakaman pengacara kita, yaitu Yuliana Yabansabra,” ujar Buchtar dihadapan ratusan massa simpatisan KNPB di Bandara Sentani, Sabtu (22/8/2020).

“Hari ini almarhum belum dikebumikan, karena keluarga almarhum sedang menunggu kedatangan kami. Yang mana, kami tiba dulu di tempat duka baru upacara pemakamannya akan berlangsung. Oleh sebab itu, saya langsung gunakan pakaian yang berwarna hitam sebagai tanda duka dan penghormatan kepada almarhum,” sambungnya.

Keempat orang mantan napi makar itu tiba di Bandara Sentani pada Sabtu (22/8/2020) siang hari adalah Buchtar Tabuni sebagai Wakil Ketua II Badan Legislatif ULMWP, Ketua Umum KNPB Agus Kossay, Ketua KNPB Wilayah Mimika Steven Itlay dan salah seorang mahasiswa Universitas Sains Teknologi Jayapura (UTJ) Hengky Hilapok.

Selain itu, Buchtar Tabuni meminta kepada seluruh massa yang datang menjemputnya di bandara Sentani untuk tidak membuat gerakan tambahan dan pulang dengan tenang ke rumah masing-masing.

“Saya minta kepada semuanya yang telah datang menjeput kami, jangan buat gerkaan tambahan. Tapi, masing-masing pulang ke rumah dengan keadaan yang aman-aman saja,” pinta aktivis perjuangan kemerdekaan Papua Barat yang terkemuka ini dihadapan massa simpatisan KNPB.

Kenapa dirinya meminta simpatisannya pulang dengan tenang, karena menurut Buchtar Tabuni, pihaknya tahu adat, sehingga mengajak semua simpatisannya untuk bersama-sama menjaga keamanan.

“Kita tahu adat, jadi saya minta kita semua pulang ke rumah kita masing-masing dengan keadaan baik dan tenang. Saya harap kepada semuanya untuk bisa dipahami dengan baik,” imbuhnya.

Sementara itu, Kapolres Jayapura AKBP Victor Dean Mackbon, SH, S.IK, M.H, M.Si, mengatakan polisi melakukan upaya pencegahan sebagai antisipasi gangguan kamtibmas.

“Kita harapkan berdemokrasi, tetapi tidak boleh mengganggu kepentingan umum atau orang lain,” harapnya. (Irf)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here