Tidak mau Jadi PNS, Bersama rekan-rekannya, Putra Paniai ini mendirikan Komunitas Fotografi Manokwari

0
469

JAYAPURA (LINTAS PAPUA)  – Telah kurang lebih 5 tahun, Paskalis Pigai meniti usahanya menjadi seorang profesional di Bidang Foto dan Videografi, lewat usaha yang dia dirikan: PT. Papua Project. Tangan dingin Pemuda lulusan UNIPA Manokwari ini telah menghasilkan karya-karya yang menjadi bagian dari acara-acara besar di Provinsi Papua dan Papua Barat. Tidak tanggung-tanggung, jasa yang dikeluarkan untuk membayar Paskalis Pigai sangat fantastis.

Tidak tinggal diam, Paskalis ingin agar lebih banyak lagi pemuda dan pemudi asli Papua seperti dirinya yang dapat menjadi Fotografer dan Videografer Profesional. Oleh sebab itu, demi mengembangkan bakat kreatifitas pemuda/i di Papua, Paskalis Pigai dipilih oleh rekan-rekannya menjadi ketua Komunitas Fotografi Manokwari.

“Saya ingin mengajak seluruh kaum milenialis OAP (Orang Asli Papua) untuk mengasah kemampuan mereka dan bisa memiliki penghasilan sendiri, dan sejahtera”, Ujar Putra asli Papua yang lahir dan besar di Kokas, Fakfak, Papua Barat ini.

Dengan adanya komunitas tersebut Paskalis Pigai telah membuat beberapa capaian, seperti menjadika komunitas ini menjadi suatu wadah penyalur bakat anak muda di Papua untuk bidang fotografi, ketika ada kebutuhan di berbagai acara, atau bisnis tertentu.

Usaha yang dirintis oleh Paskalis Pigai di Manokwari Papua Barat ini, memberikan jasa kepada klien bukan hanya dalam bidang videografi dan design grafis, tetapi juga perpaduan seni yang terintegrasi dalam editan foto dan video itu, seperti musik yang dia ciptakan sendiri, hingga koreografi tari.

Di Komunitas Fotografi Manokwari, Paskalis Pigai juga mendorong bukan hanya pengembangan foto dan video, akan tetapi Seni Musik dan Tari. Bahkan Paskalis juga mengakui bahwa teman-temannya di Komunitas tersebut, yang adalah anak-anak asli Papua yang , sudah sering kali mendapat tawaran untuk unjuk kesenian tari daerah dalam berbagai acara di Papua.

“Jadi sering ada event di Manokwari yang panggil kita (untuk tari), satu paket dengan sewa jasa fotografi dan videografi,” ungkap Paskalis Pigai.

Hasil foto yang dibuat oleh komunitas fotografi ini memuat semua tema baik itu tentang keindahan alam Papua hingga adat budaya yang tidak hanya di Manokwari saja tetapi juga mencakup seluruh wilayah di Papua sampai Papua Barat.

Untuk kesenian tari yang biasa di pertunjukan dalam sebuah acara yaitu tarian Yospan, sebuah tarian adat khas Papua biasa dipertontonkan dalam sebuah acara untuk penyambutan yang gerakannya sudah di modernisasi.

Sejauh ini jumlah pemuda yang tergabung dalam komunitas ini mencapai 40-an orang, terdiri dari remaja setingkat SMA yang akan segera lulus hingga mahasiswa dari berbagai jurusan.

“Dalam komunitas ini juga banyak kakak senior yang sudah expert di bidang foto dan videografi,” ujarnya.

Ditanya perihal proses penerimaan CPNS di Papua yang tengah menuai polemik, Paskalis Pigai yang juga merupakan co-founder PT. Papua Muda Inspiratif ini menyayangkan adanya masalah dan polemik yang terjadi. Pasalnya pemuda di Papua tetap berpendapat bahwa untuk PNS, tetap jatahnya adalah harus mayoritas Anak Asli Papua.

Akan tetapi, Paskalis berpandangan, bahwa selain PNS, ada banyak pilihan karir lain yang dapat ditempuh, seperti yang ditekuninya saat ini.

“Kalau saya memilih berwirausaha karna bekerja bebas, bisa buka lapangan pekerjaan untuk orang lain, dan memperoleh penghasilan yang lebih tinggi,” jelas Paskalis Pigai yang sudah membuktikan kemampuannya untuk berdikari.

Menjadi entrepreneur juga menjadi pilihan yang sangat menarik mengingat kebudayaan di Papua sangat kaya dan memiliki potensial yang cukup tinggu untuk dijadikan usaha mandiri bagi kaum milenialis di sana.

“Saya berharap juga dapat memotivasi kakak dan adik Papua lain agar bisa menjadi entrepreneur sesuai dengan bakat dan talenta masig-masing,” tambahnya. (**)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here