Kepolisian Tidak Izinkan Demo Peringatan, Penolakan New York Agreement

0
161

JAYAPURA (LINTAS PAPUA)- Dengan adanya selebaran yang beredar terkait peringatan dan penolakan New York Agreement oleh ULMWP pada Sabtu 15 Agutus 2020 yang di pusatkan di kantor DPRP dan MRP, Kepolisian memastikan tidak akan memberikan ijin untuk menggelar demo.

Hal ini ini ditegaskan Kapolresta Jayapura kota AKBP Gustav Urbinas di Jayapura, Kamis (14/8). Aksi tersebut dinilai tidak memenuhi kriteria dan persyaratan dalam menyampaikan pendapat di depan umum.

“Kami sudah menerbitkan surat tanda pemberitahuan untuk tidak boleh atau menolak aksi tersebut, dan hari ini kita melaukan distribusi kepada penanggung jawab dari pada aksi untuk dapat diketahui dan di indahkan serta dapat dilaksankan,”kata Kapolresta.

Sepanjang masa pandemic covid-19 sambung AKBP Gustav, pihak kepolosian tidak pernah mengeluarkan ijin untuk menyampaikan aspirasi di depan umum. “Yang kita fasilitasi adalah hal-hal yang memang sangat menonjol dan itu berupa audensi saja,” ujarnya.

Untuk saat ini kata Kapolresta, kegiatan yang melibatkan banyak orang semua harus melalui ijin dari pihak berwajib. “Saya ulangi lagi Polresta tidak mengeluarkan ijin untuk adanya aksi dari ULMWP yang melakukan aksi dengan tema New York Agrrement,” tegas Kapolres.

Sebelumnya wali kota Jayapura Benhur Tomi Mano juga mengatakan, masyarakat agar jangan melakukan aksi turun jalan pada hari tersebut. Bahkan dirinya tidak ingin terjadi kerusuhan di kota Jayapura terjadi.

“Masyarakat jangan turun di jalan, demo bisa aja tapi jangan anarkis seperti bulan agustus yang lalu yang mengakibatkan penjarahan dan pembakaran yang merugikan banyak orang,” katanya Kamis pagi.

Sehingga wali kota meminta Kapolresta Jayapura kota dan Dandim 1701 untuk mengantisipasi hal tersebut. Saya tidak mau rusuh lagi mari kita jaga kota ini , kota Jayapura aman, Papua aman,” pungksnya.
(Gracio/lintaspapua.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here