Hari Pribumi Sedunia, Wabup Piter Gusbager Ajak Masyarakat Adat Harus Tangguh Hadapi Covid-19 dan Pembangunan

0
117
Suasana Perayaan Hari Internasional Masyarakat Pribumi yang dihadiri Wakil Bupati Keerom, Piter Gusbager, SHut, MUP di Halaman Gereja Katholik, Arso Kota, Senin (9/8/2020). (Arief /LPC)

Pesan Wakil Bupati Keerom, Piter Gusbager Pada Hari Internasional Masyarakat Pribumi Sedunia

KEEROM (LINTAS PAPUA) – Wakil Bupati Keerom, Piter Gusbager SHut, MUP, mengingatkan bahwa Masyarakat Adat Keerom yang merupakan bagian dari masyarakat Pribumi Sedunia harus tangguh menghadapi situasi dunia saat ini. Dimana saat ini dunia sedang dilanda wabah pandemic Covid-19 dan juga kegiatan pembangunan yang terus menggeser wilayah adat.

‘’Dari tema besar yang diangkat masyarakat pribumi sedunia, yaitu covid-19 dan ketangguhan masyarakat pribumi, maka bisa kita ambil beberapa kesimpulan, diantaranya bagaimana meningkatkan kemandirian dan ketangguhan masyarakat adat / pribumi untuk bisa terus bertahan dan mempertahankan eksistensinya sebagai masyarakat adat,’’ujarnya saat memberikan sambutan pada peringatan Hari Internasional Masyarakat Pribumi Sedunia yang digelar di Halaman Gereja Katholik, Arso Kota, Senin (9/8/2020).

Ia menambahkan bahwa masyarakat adat terutama yang mendiami daerah tropis, seperti di Afrika, Amerika Selatan, Australia dan Indonesia, adalah masyarakat yang rentan terhadap perubahan dan pembangunan. Karena pembangunan yang terjadi membuat masyarakat adat tergeser, apalagi budaya masyarakat adat adalah meramu (memanfaatkan hasil hutan) untuk kebutuhan hidupnya.

‘’Dengan tantangan pembangunan dan juga Covid-19, maka masyarakat adat harus tampil untuk mengambil peran dalam kehidupan adatnya. Diantaranya dengan lebih mengambil peran dalam pembangunan jaga asset dan bercocok tanam di masa pandemic Covid,’’ujarnya lagi.

Selain itu, Wabup juga mengingatkan agar masyarakat adat lebih menjaga asset tanah, tidak mudah melepaskan tanahnya, karena itulah awal dari makin lemahnya masyarakat adat. Ia juga meminta agar para orang tua adat menjaga anak-anak mereka dari bahaya ganja, miras, dll.

‘’Mari kita jaga anak-anak kita yang merupakan asset berharga untuk masa depan masyarakat adat,’’tegasnya.

Pada peringatan acara tersebut, turut hadir perwakilan Dewan Adat Papua, Ferdinan Okoseray, ketua Dewan Adat Keerom, Servo Tuamis, Kapolres Keerom, AKBP. Baktiar Joko Mujiono, SIK, MM, Ketua FKUB Keerom, Nur Salim Arrozy, Ketua Dekenat Keerom, Krispinus Bidi, SVL, para tokoh adat dari 7 suku besar di Keerom, dan tamu undangan.\

Sementara itu mewakili Dewan Adat Papua, Ferdinan Okoseray, menyampaikan bahwa Covid-19 yang melanda dunia, telah merengut banyak nyawa termasuk masyarakat adat. Selain itu juga tatanan dan pola hidup di dunia pun berubah termasuk juga masyarakat adat dituntut melakukan adaptasi serupa.

‘’Diperingatinya hari internasional masyarakat pribumi adalah sesuai dengan resolusi PBB 49/214 bahwa hari internasional masyarakat pribumi sedunia harus diperingati pada tanggal 9 agustus setiap tahun,’’ujarnya.

Sementara itu Ketua Panitia Kegiatan, Raimon Maay, mengemukakan bahwa tujuan dilaksanakannya kegiatan tersebut adalah untuk membangun kesadaran bersama bagi masyarakat adat papua dan masyarakat adat keerom, tentang pentingnya meningkatkan ketahanan dan ketangguhan masyarakat adat.

‘’Ini adalah sebuah refleksi bagi masyarakat adat selama 16 tahun kabupaten ini berdiri,’’pungkasnya. (arief/lintaspapua.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here