Banyak Penebangan Liar Hingga Terjadinya Bencana, Pemkab Jayapura Gelar Rakor Penyelamatan CAC

0
65
Banyak Penebangan Liar Hingga Terjadinya Bencana, Pemkab Jayapura Gelar Rakor Penyelamatan CAC. (Irfan /LPC)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA)  –  Pada bulan Maret tahun 2019 lalu, Kabupaten Jayapura pernah terkena musibah banjir bandang dan tanah longsor. Selain terjadi kerusakan infrastruktur dan pemukiman warga, bencana alam tersebut juga berhasil merenggut ratusan korban jiwa alias meninggal dunia.

Pemicu terjadinya bencana banjir bandang dan longsor itu, salah satunya karena rusaknya kawasan penyangga yang ada di Cagar Alam Cycloop (CAC) dan juga terjadinya penebangan liar di kawasan penyangga CAC yang ada di wilayah Kabupaten Jayapura.

Berangkat dari masalah tersebut, hari Rabu (12/8/2020) kemarin Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayapura menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Aksi Pengawasan dan Penyelamatan Cagar Alam Cycloop (CAC) yang digelar di Aula Lantai II Kantor Bupati Jayapura, Gunung Merah, Sentani, Kabupaten Jayapura.

Rakor tersebut di hadiri langsung oleh Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, SE, M.Si, Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Papua, Jap Jan Ormuseray, SH, M.Si, Ketua DPRD Kabupaten Jayapura, Klemens Hamo, S.IP, Ondofolo Kampung Sereh Yanto Eluay dan seluruh Perangkat Daerah (PD) di lingkungan Pemkab Jayapua.

Pada momen tersebut, Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Papua, Jap Jan Ormuseray mengatakan, cagar alam yang ada di Provinsi Papua ini tentunya butuh perlindungan yang baik, salah satunya Cagar Alam Cycloop (CAC) agar persahabatan antara alam dan manusia itu dapat terjalin dengan baik.

“Sebenarnya itu alam dan manusia mempunyai hubungan persahabatan yang baik. Hanya saja belakangan ini hubungan itu sepertinya suda tidak terwujud lagi. Sehingga pertemuan kali ini bertujuan untuk melindungi Cagar Alam Chycloop,” ucap pria yang juga Ketua Rukun ATM-APTM dalam sambutannya.

Katanya, belakangan ini manusia sudah tidak lagi bersahabat dengan alam, dalam hal ini banyak terdapat penebangan liar yang terjadi, salah satunya Cagar Alam Cycloop yang ada di wilayah Kabupaten Jayapura. Untuk itu, hal ini perlu ada penegasan dan kerjasama dari semua pihak, guna mengatasinya. Supaya persahabatan yang sebelumnya terjalin baik itu bisa terwujud kembali.

“Saat ini persahabatan antara alam dan manusia itu sudah tidak terlihat lagi. Karena adanya pembukaan lahan-lahan baru yang mau di jadikan kebun. Sehingga hal ini kami harus atasi dengan suatu tindakan yang tegas, karena dengan begitu tentunya hubungan baik itu bisa terjalin lagi seperti yang sebelumnya,” imbuhnya.

Lanjutnya, jikalau tidak ada persahabatan yang baik antara alam dan manusia, tentunya alam pun bisa marah kepada manusia. Sehingga terjadi musibah bencana alam seperti tanah longsor, banjir bandang dan lain sebagainya.

Menurutnya, terjadinya musibah banjir bandang pada 16 Maret 2019 lalu di Kabupaten Jayapura, itu terjadi karena tidak ada lagi hubungan baik antara manusia dan alam. Dalam hal ini banyaknya terjadi penebangan liar di kawasan penyangga Cagar Alam Cycloop, sehingga alam Cycloop ini marah kepada manusia, yang mana kemarahanya itu dalam bentuk banjir bandang dan longsor.

“Jadi untuk menghubungkan kembali persahabatan antara manusia dan Cagar Alam Cycloop, maka kita harus membuat satu tindakan yang benar-benar nyata. Supaya hubungan baik itu bisa terjali lagi, agar alam tidak marah dengan kita lagi atau tidak tetjadi lagi musibah bencana alam yang berikutnya,” pungkas Jap Jan Ormuseray. (Irf)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here