ASN Papua Kam Stop Terlibat Politik Praktis, Sanksinya Tegas Dipecat Dengan Tidak Terhormat

0
246
ASN Papua saat mengikuti apel di halaman kantor Gubernur Papua. (Erwin /LPC)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Asisten II Bidang Perekonomian dan Kesejahteraan Rakyat Setda Papua, Muhammad Musa’ad memastikan adanya sanksi tegas berupa pemberhentian dengan tidak hormat (PTDH) bagi ASN yang terlibat dalam Pilkada.

“Jika tidak maka akan ada sanksi seperti  diberhentikan dengan tidak hormat. Makanya, kita imbau ikuti peraturan yang ada dan taati undangan-undang tersebut,” terang Musa’ad kepada pers di Jayapura, Selasa.

Asisten Bidang Perekonomian dan Kesejahteraan Rakyat Setda Papua, Muhammad Musa’ad di Jayapura, Rabu (29/7/2020). (Erwin /LPC)

Dikatakan, seorang ASN wajib untuk tidak terlibat dalam politik praktis, seperti Pilkada bahkan Pemilu Pilpres.

Netralitas ASN diperlukan guna memaksimalkan peran pegawai negeri sipil dalam melaksanakan pelaksanaan pemerintahan dan pembangunan.

Kendati demikian, Musa’ad pastikan hingga saat ini belum ada ASN di lingkungan Pemerintah Provinsi Papua yang mengajukan penunduran diri dan terlibat dalam Pilkada.

“Saya belum mendapat laporan apakah ada ASN yang ikut Pilkada. Yang pasti saat ini tengah dalam proses untuk dukungan dari partai politik.

“Kalau usulan dari calon perseorangan kan sudah selesai waktunya. Yang pasti kita tunggu saja dan nantinya akan diumumkan ke media,” tandasnya.

Diketahui, 11 kabupaten di Papua yang menggelar Pilkada serentak, yakni Keerom, Supiori, Waropen, Mamberamo Raya, Pegunungan Bintang, Yahukimo, Yalimo, Merauke, Boven Digoel, Asmat dan Nabire.(win)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here