64 Calon Pelatih Ikut Seleksi Pelatih PPLP dan PPLPD

0
153

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Dinas Olahraga dan Pemuda (Disorda) Provinsi Papua menggelar Pembukaan Seleksi Pelatih, Pusat Pendidikan dan Latihan Olahraga (PPLP) dan Pusat Pendidikan dan Latihan Olahraga Pelajar Daerah (PPLPD) yang diikuti oleh kurang lebih 64 calon pelatih yang berlangsung di Aula Gedung Otonom Kotaraja, Selasa, (11/08/2020).

Kepala Dinas Olahraga dan Pemuda Alex Kapisa, mengatakan jadi hari ini kita dari Dinas Olahraga secara resmi melakukan seleksi terhadap calon pelatih untuk PPLP.

“Kita proses secara teknis yang akan di lakukan dari tanggal 11-13 Agustus 2020. Kenapa kita melakukan ini karena kita melakukan evaluasi terhadap keberlangsungan PPLP yang ada karena dalam tahun ini kita sedang melakukan revitalisasi kepada PPLP secara keseluruhan,” kata Alex Kapisa kepada awak media usia membuka seleksi pelatih PPLP, Selasa, (11/08/2020).

Alex juga katakan dalam konteks revitalisasi secara keseluruhan kita mulai dengan proses perekrutan atlet. “Ini juga sudah mulai proses dari beberapa minggu yang lalu kita lakukan pengumuman bagi masyarakat umum siapa saja yang mau mengambil bagian bagi calon pelatih silahkan mendaftar dan hari ini kita dapatkan 64 calon pelatih untuk 13 cabang olahraga,” terangnya.

Ini merupakan hasil evaluasi dari Dinas mulai dari catatan prestasi kompetisi itu yang kita melakukan evaluasi semua, kita dapatkan dari tim kepelatihan itu yang kita rombak semua.

“Untuk proses seleksi ini kita serahkan semua ke Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Cenderawasih (Uncen) di bawah pimpinan Prof. Saharudin Ita. Mereka yang akan melakukan seleksi dan ini independen kita lakukan. Tidak ada intervensi sama sekali dari kami di dinas. Dan untuk calon pelatih sendiri harus memiliki lisensi yang diminta,” ungkapnya.

Sementara itu Prof. Dr. Saharudin Ita mengatakan, hari ini mulai dengan tes pengetahuan yaitu pengetahuan dasar latihan, periodisasi dan psikologi pelatih.

“Dari 72 bagus artinya kita memilih 29 dari 72 itu sangat bagus, hanya saja belum merata ke semua cabor. Ada cabor yang peminatnya banyak, ada yang hanya pas-pasan ini yang masih kita usahakan kedepan,” ujar Saharudin.

Bagaimana untuk menambah gairah dari para calon pelatih ini supaya bisa datang daftar disini, karena dulu kita mencari pelatih dua yabg datang satu. Sekarang untuk beberapa tahun ini kita datang yang datang dua tidak bisa kita memilih.

“Kalau sekarang muda-mudahan nanti lebih dari yang kita harapkan. Seleksi apa bila pas-pasan atau kurang tetap kita ambil nah yang paling bisa prestasi itu adalah seorang pelatih berhasil pelatih, gagal juga pelatih disamping peralatan dan makan. Tapi melihat antusias dari pelatih sudah mulai bagus artinya yang dipilih banyak tetapi kalau bisa 10 orang dan yang diambil sedikit nah itu baru seleksnya sangat ketat dan bersaing,” jelasnya.

Disini saat seleksi nanti tidak ada KKN karena kita melihat itu nanti naska akademik dari soal-soal itu kita lakukan seleksi ini secara independen. Tidak mengenal siapa yang pendaftar, tidak ada lagi calon pelatih tang di titip-titip semua independen. Hari kedua itu mulai dengan paparan, harus pelatih yang sudah punya lisensi dan dia sudah punya program periodisasi, dan harus bagus. (GM)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here