Pantai Wisata Hamadi Sudah Digitalisasi QRIS

0
139

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Pada tanggal 8 Agustus 2020, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Prov. Papua mengadakan launching Digitalisasi Kawasan Wisata Pantai Hamadi berbasis Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS). Proses digitalisasi dilakukan dengan mengimplementasikan QRIS bagi seluruh pelaku usaha di wilayah Kawasan Pantai Hamadi. Pada kesempatan tersebut KPwBI Prov. Papua juga berkolaborasi bersama Bank Mandiri dan Link Aja guna meningkatkan percepatan impelementasi QRIS di wilayah wisata Pantai Hamadi.

Pelaksanaan launching Digitalisasi Kawasan Wisata Pantai Hamadi berbasis QRIS dilakukan oleh Sekretaris Menteri, Kementerian Koperasi dan UMKM Bapak Prof. Rully Indrawan; Bapak Darmawan Tohap B. Hutarabat selaku Deputi Kepala KPwBI Prov. Papua; Bapak Ir. Omah Laduani Ladamay M.Si, Kepala Dinas Perindagkop UMKM dan Naker Provinsi Papua; serta Bapak Tinno Susilo, Wakil Kepala Bank Mandiri Kantor Wilayah Region XII Jayapura dengan tetap menjaga protokol COVID-19.

Prof. Rully Indrawan menyampaikan bahwa kondisi Pandemi Covid-19 mendorong percepatan digitalisasi ekonomi di Indonesia. Mulai dari usaha skala besar sampai dengan mikro harus dapat mengadaptasi penggunaan teknologi digital agar dapat bertahan dan berakselerasi untuk tumbuh. Digitalisasi kawasan wisata Pantai Hamadi di Jayapura menunjukkan bahwa UMKM Papua sudah siap berakselerasi dan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi di Papua maupun nasional.
Darmawan Tohap menyampaikan Bank Indonesia akan terus bersinergi dengan Pemerintah Daerah dan perbankan untuk mendorong percepatan digitalisasi UMKM. Digitalisasi dilakukan dengan memperluas akses pasar UMKM melalui e-commerce dan mempermudah transaksi keuangan UMKM secara non tunai melalui QRIS. Salah satunya adalah melalui Launching Digitalisasi Kawasan Wisata Pantai Hamadi yang dilaksanakan dalam rangka HUT RI ke – 75. Melalui digitalisasi, UMKM diharapkan dapat bertahan di kondisi Covid-19 dan terus tumbuh dengan sehat setelah pandemi ini sehingga akan mendorong Indonesia semakin maju. Saat ini sudah terdapat 20 UMKM yang terdapat di Pantai Hamadi yang sudah menggunakan QRIS mulai dari Pedagang Kaki Lima, penyewaan gubuk pantai hingga cafe. Ke depan Bank Indonesia akan terus meningkatkan digitalisasi UMKM di Kawasan Wisata Pantai Hamadi.
Tinno Susilo menyampaikan Bank Mandiri akan mendukung pelaksanaan digitalisasi UMKM Papua oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia Papua dan Pemerintah Provinsi Papua. Meningkatnya

penggunaan QRIS di Papua akan mendorong UMKM lebih bankable sehingga akan dapat menggunakan produk perbankan seperti kredit. Selain itu manajemen keuangan UMKM akan dapat lebih tercatat dengan baik sehingga meningkatkan usaha UMKM.
Penggunaan QRIS bagi para pelaku usaha memiliki berbagai ke-UNGGUL-an (UNiversal, GampanG, Untung dan Langsung), khususnya bagi pada pelaku UMKM/Merchant, antara lain:
− Pembayaran menggunakan QRIS mengikuti tren pembayaran non tunai digital artinya tersedia alternatif metode pembayaran bagi customer sehingga memperluas pangsa pembeli khususnya generasi muda yang tentunya berpotensi meningkatkan omset penjualan.
− Terpisahnya uang untuk pribadi dan usaha secara otomatis.
− Mengurangi kesulitan merchant dalam menyediakan uang kecil untuk kembalian
− Menghilangkan potensi kerugian akibat penerimaan pembayaran menggunakan uang palsu.
− Hasil penjualan tercatat otomatis dan uangnya langsung tersimpan di bank serta dapat dimonitor
setiap saat melalui aplikasi.
− Mengurangi potensi uang hasil penjualan diambil oleh yang tidak berhak.
− Penerimaan pembayaran non tunai dengan QRIS memudahkan pembelian barang stock secara
non-tunai, membayar tagihan, retribusi, tanpa meninggalkan lokasi usaha, dll.
– Dengan tercatatnya transaksi penjualan maka akan membangun credit profile bagi penyedia pinjaman seperti bank. Dengan demikian, terbuka luas peluang bagi merchant/pedagang untuk

pinjaman modal kerja.
Secara umum, berbagai manfaat tersebut akan membawa pengembangan usaha yang lebih baik bagi pelaku UMKM. Selain mempermudah proses transaksi non-tunai, penggunaan QRIS juga turut mendukung pencegahan penyebaran COVID-19, karena transaksi dapat dilakukan tanpa perlu melakukan sentuhan fisik.

Dengan segala kemudahannya, implementasi QRIS berkembang dengan sangat pesat di Indonesia. Saat ini sudah terdapat 37 penyelenggara yang sudah berijin dari Bank Indonesia. Hingga Agustus 2020, merchant yang sudah terdaftar dan memasang QRIS mencapai 4,2 juta di seluruh provinsi di Indonesia. Di Provinsi Papua sendiri, sudah terdapat 16.125 merchant yang sudah terdaftar. Jika dibandingkan dengan periode Januari 2020, jumlah merchant QRIS di Papua meningkat 160%. Jumlah ini diperkirakan akan terus meningkat mengingat masih banyak merchant yang berpotensi untuk didaftarkan.

(Bank Indonesia (BI) Perwakilan Provinsi Papua)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here