Kisah Jonathan Warinussy, Mahasiswa Papua Penjual Naskun di Bandung : Omzet Lebih Dari Gaji ASN

0
537
Jonathan Warinussy, putra Asli Papua kelahiran Serui dan besar di Jayapura, seorang mahasiswa yang kini sedang bergelut dengan skripsi nya di Universitas Komunikasi Bandung jurusan Akuntansi. Tampak bersama Staf Khusus Presiden Indonesia, Billy Mambrasar. (ISTIMEWA)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) –  Normalnya bagi kebanyakan orang, setelah menyandang gelar Sarjana maka langkah berikutnya adalah memasuki dunia kerja, baik itu sektor Swasta (Karyawan Perusahaan), atau mengabdi untuk negeri dengan masuk ke sektor Pemerintahan (PNS).

Apalagi bila demi menempuh pendidikan tersebut harus rela merantau ke tempat yang sangat jauh dari Tanah Kelahiran, jauh dari orang tua, keluarga, dan sahabat seperjuangan di kampung halaman, maka wajar saja apabila kedua orang tua berharap anaknya bisa menjadi Pegawai Negeri dengan penghasilan yang mencukupi dan masa tua yang terjamin, bahkan syukur lagi bisa turut berkontribusi membantu perekonomian keluarga.

Lain halnya dengan prinsip Jonathan Warinussy, putra Asli Papua kelahiran Serui dan besar di Jayapura, seorang mahasiswa yang kini sedang bergelut dengan skripsi nya di Universitas Komunikasi Bandung jurusan Akuntansi.

Merantau ke Tanah Pasundan, dirinya tidak mau bergantung dari uang pemberian orang tua, Jonathan Warinussy lebih memilih terjun ke bisnis kuliner di Bandung dekat dengan Universitas tempatnya meraih gelar Sarjana ketimbang menjadi PNS, atau karyawan sebuah Perusahaan.

Bisnis kuliner yang di gawangi Jonathan Warinussy adalah dengan membuka kedai nasi kuning dipaduka dengan ragam lauk pauk khas Indonesia Timur. Kedai tersebut ia beri nama “Kedai Nasi Kuning Rasta”.

“Rasta bukan maksudnya musik Reage yah mas.. tapi itu singkatan dari Rasa Timur Asli, ” Ungkap Jonatan dengan diselingi tawa sungkan.

Berlokasi di Jl. Taman Cibeunying Utara, Cihapit, Bandung, kedai tersebut berhasil menarik pemburu kuliner seantero kota Bandung.

Berdiri sejak 2016 silam, kini kedai nasi kuning milik Jonathan sudah memiliki pelanggan yang berasal dari kawasan Indonesia Timur seperti Maluku, NTT, Papua, dan Sulawesi yang saat ini tengah tinggal di Bandung baik untuk urusan pekerjaan atau sedang mengikuti jenjang perkuliahan.

Memiliki omset mencapai 3 hingga 4 juta perbulan membuat Jonathan Warinussy tidak ragu bergantung pada bisnisnya itu untuk memenuhi kebutuhan hidupnya selama merantau bahkan hingga membayar uang kuliah serta memenuhi kebutuhan tugas kampusnya.

Menu yang paling diminati adalah Nasi Kuning Bagadang dimana dalam menu tersebut di kolaborasikan dengan lauk sederhana yang paling pas untuk memanjakan lidah dengan racikan bumbu khas Indonesia Timur.

“Kalau di Indonesia Timur itu ada yang terkenal namanya nasi kuning Bagadang karna jam jualnya malam hari hingga pagi, tapi kami disini karna yang ikut bantu saya 4 orang teman kuliah juga, jadi kita buka dari jam 6 sore sampai jam 11 malam udah close”, kata Jonathan Warinussy menjelaskan konsep dagangnya.

Dengan jumlah omset yang dimilikinya saat ini, tentunya tidak jauh berbeda dengan upah sebagai PNS. Bahkan kedepan Jonathan siap membuka lebih banyak lagi cabang apabila pendapatan tersebut tetap dan cenderung meningkat.

Selain hobi, menurut Jonathan keinginannya untuk menjadi seorang wirausahawan adalah karena dia ingin membantu orang lain.

“Dengan menjadi wirausahawan ini, saya dapat membantu anak-anak Papua lain di Bandung, yang butuh uang bisa kerja disini untuk bantu memenuhi kebutuhan hidup mereka setidaknya, sambil mereka belajar wirausaha juga,” ujar Jonatan.

Saat ini Jonatan memiliki 4 orang Karyawan, yang semuanya adalah anak-anak asli Papua dari universitas yang sama dengannya. Ini yang dimaksud Jonatan sebagai : “Membantu orang lain”.

“Kalau saya jadi Karyawan Swasta, atau PNS, mungkin saya tidak bisa membantu orang sebanyak ini. Selain itu, saya juga jadi bisa memperkenalkan Papua, budayanya, dan makanannya kepada banyak orang di Bandung,” ungkap Jonatan dengan penuh rasa bangga.

Kedepannya, Jonathan Warinussy ingin mendorong lebih banyak lagi anak-anak Papua dan Indonesia Timur untuk dapat menjadi entrepreneur.

“Saya beberapa kali sudah mengadakan acara seminar kewirausahaan di kedai saya bersama teman-teman Papua, dan sudah ada yang tertarik menjadi pengusaha dengan buka kedai jus di samping kedai saya,” ungkap Jonathan.

Wawancara di tempat terpisah, Staf Khusus Presiden yang juga merupakan contoh enterpreneur muda yang sukses dari Papua, Billy Mambrasar, memberikan apresiasinya dan mendukung langkah anak-anak Asli Papua seperti Jonathan Warinussy.

“Sudah waktunya anak-anak Papua membuktikan bahwa kita juga bisa jauh lebih hebat dari anak-anak lain, dan paling utamanya dalam bidang kewirausahaan,” pungkas Billy Mambrasar yang juga seorang pengusaha muda dan pegiat sosial.

“Orang-orang terkaya di Indonesia dan juga di dunia kan adalah entrepreneurs. Kita bisa buat Papua maju dan sejahtera dengan menggerakkan sektor Kewirausahaan ini,” tambah Billy Mambrasar, yang juga sudah pernah mencicipi makanan Jonatan.

Di akhir wawancara, Jonatan mengajak para pemuda dan pemudi dari Bumi Cenderawasih untuk ikut membangun Tanah Papua, dengan cara menjadi pelaku bisnis. Menurutnya, ini langkah terbaik untuk meningkatkan harkat, martabat dan kebanggan orang-orang Asli Papua. (**)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here