Didesak Warga, Akhirnya Kepala Kampung Ifia-fia Mengundurkan Diri

0
242
Tokoh Masyarakat dan Pemuda Kampung Ifia-fia saat hendak bertemu Asisten I Bid. Pemerintahan  Pemkab Keerom, kemarin. (Arief/LPC)

KEEROM (LINTAS PAPUA) – Merasa tak puas dengan kepemimpinan Kepala Kampung Ifia-fia, Distrik Arso Barat, Kabupaten Keerom, akhirnya warga mendesak Hari Mulyo untuk mundur dari jabatannya. Akhirnya, Hari Mulyo pun memenuhi permintaan warganya dengan membuat pernyataan pengunduran diri sebagai kepala kampung Ifia-fia tertanggal 29 Juli 2020 lalu.

Dalam rangka melaporkan dan menyampaikan kondisi terkini kampung sekaligus hasil musyawarah warga, maka perwakilan warga kampung Ifia-fia, pada Kamis (6/8/2020) kemarin menuju ke Asisten I Bidang Pemerintahan Setkab Keerom yang juga Plt. Kepala DPMK Keerom, Daniel Pantja Passanda.

Perwakilan dari tokoh masyarakat tersebut antara lain Yapinus Gombo, Asis Marasabessy, Saiful Mesir dan seorang tokoh pemuda lainnya.

Salah seorang tokoh masyarakat Ifia-fia, Yapinus Gombo, mengemukakan ada beberapa alasan yang membuat masyarakat mendesak Kepala Kampung untuk mundur dari jabatannya. Salah satunya karena selama ini Kepala Kampung Ifia-fia dalam menjalankan pemerintahan dinilai otoriter.

‘’Selama menjadi kepala kampung, Hari mulyo tidak merangkul masyarakat, karena kami di kampung itu warga bhineka tunggal ika. Ia lebih banyak bersikap otoriter, syarat KKN dan tak sesuai keinginan masyarakat,’’ujarnya.

Dia mencontohkan KKN bahwa di susunan aparat kampung, anak kepala kampung justru menduduki jabatan sebagai sekretaris kampung. Demikian pula untuk kegiatan proyek yang dilaksanakan, keluarga keluarga kepala kampung yang ditunjuk melaksanakannya.

‘’Selain itu, Bamuskam yang ada adalah settingan dari kepala kampung, beberapa diantaranya adalah PNS dan sudah menjabat Bamuskam dalam 2 periode. Saat pemilihan Bamuskam, Kepala Kampung sudah melakukan setting sehingga RT dan RW hanya bisa mengikuti keinginan kepala kampung, dan ini masyarakat kampung sudah tahu semua,’’lanjutnya.

Untuk itu, ia mengemukakan, kedatangan mereka ke Asisten I adalah untuk melaporkan kondisi terkini kampung serta meminta agar Bupati Keerom, menyetujui pengunduran diri kepala kampung, serta menyetujui hasil musyawarah masyarakat kampung yang telah menyusun susunan aparatur kampung yang baru.

‘’Saat ini kantor kampung sudah buka kembali, Kadistrik sudah membuka pelayanan kampunhg sejak kemarin. Namun demikian, kita berharap ini segera disikapi baik oleh pemerintah kabupaten, masyarakat sudah siap membangun kembali kampung Ifia-fia,’’pungkasnya. (arief/lintaspapua.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here