Sekum KONI, Kenius Kogoya Resmi Tutup Bimtek Pelatih PON Papua se-Jawa Bali dan Sulawesi

0
97
Foto bersama Bimbingan Teknis (Bimtek) para pelatih, di Jakarta, Selasa malam (4/8/2020). (ISTIMEWA)

JAKARTA (LINTAS PAPUA)  –  Sekretaris Umum (Sekum) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Papua, Kenius Kogoya,SP, M.Si., resmi menutup Bimbingan Teknis (Bimtek) para pelatih, di Jakarta, Selasa malam (4/8/2020).

Adapun kegiatan Bimtek tentang Penerapan Prinsip-Prinsip Dasar Kepelatihan dan Manfaat Periodisasi Bagi Pembinaan Atlet yang di ikuti oleh pelatih dan asisten pelatih tim Papua Se-Jawa, Bali dan Sulawesu, Selasa, malam, (04/08/2020).

Kenius Kogoya dalam arahannya menyampaikan, dengan mundurnya jadwal pelaksanaan penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional Nasional (PON) Ke-XX Tahun 2021 mendatang, dan ancaman pandemik virus Corona (Covid-19) menyebabkan atlet Papua terpaksa menjalani Treaning Center (TC) PON dengan waktu yang akan sangat panjang, sehingga mempengaruhi tahapan periodisasi latihan.

Lanjut Kenius, Bimtek yang digelas untuk memberikan pemahaman kepada para pelatih dan asisten pelatoh guna merumuskan skema latihan yang tepat, sehingga persiapan atlet Papua makin baik dan terukur jelang PON nanti.

“Waktu TC kita sangat panjang. Oleh karena itu, KONI menggelar Bimtek ini untuk membekali pelatih menyusun periodesasi latihan dengan tepat,”ungkapnya disela penutupan Bimtek yang berlangsung di Hotel Marcopolo Jakarta, selama empat hari mulai tanggal 1-4 Agustus 2020.

Dikatakannya apabila periodesasi latihan dan kompetisi dapat disusun dengan baik oleh para pelatih dan asisten pelatih maka dampaknya sangat positif kepada prestasi atlet.

Sebaliknya, jika ter periodesasi tidak mendapat perhatian serius maka efeknya yang paling fatal adalah atlet mengalami cedera dan tidak dapat tampil di PON.

“Secara teknis, pelatih bisa melatih dilapangan. Namun tidak semua mampu memahami dan menyusun periodesasi secara tepat. Makanya pada kesempatan ini, para pelatih diberikan pemahaman untuk menghitung dan mempersiapkan atlet sesuai tahapan yang benar,”katanya.

Dia juga mengingatkan para pelatih dan asisten pelatih wajib meningkatkan dan mengupdate pengetahuan dan informasi perkembangan cabang-cabang olahraga. Mengingat diera ini, Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Iptek) olahraga terus berkembang.

“Pelatih, asisten pelatih wajib membekali periodesasi dan pengetahuan tentang Iptek olahraga yang terus berkembang seiring dengan perkembangan informasi dan teknologi,”tandas Kenius Kogoya seraya menyampaikan apresiasi kepada para pelatih, asisten pelatih, narasumber dan panitia yang telah mensuksekan Bimtek Tahap II ini.

Sementara itu, Ketua Bidang Pembinaan Prestasi (Kabinpres) KONI Papua, DR. Freddy Sokoy, S.Sos. M.Sos mengemukakan bahwa Bimtek yang digagas KONI Papua digelar dalam dua tahap. Bimtek tahap pertama melibatkan pelatih, asisten pelatih di Papua dan Bimtek tahap II dipusatkan di Jakarta.

Dengan melibatkan pelatih dan asisten pelatih dari 4 rumpun Cabang Olahraga yakni beladiri, akurasi, terukur dan permainan yang saat ini melatih dan mendampingi atlet-atlet Papua menjalani TC atau pemusatan latihan di pulau Jawa, Bali dan Sulawesi.

“Pak Sekum KONI Papua yang kami hormati, dapat kami laporkan bahwa para pelatih dan asisten pelatih mengikuti Bimtek ini dengan baik. Dan itu ditunjukan dengan pemahaman para pelatih menyiapkan skema latihan selaras dengan periodesasi jelang PON XX,”ujar Sokoy yang juga ketua panitia Bimtek.

Pembantu Rektor Universitas Cenderawasih ini juga menyampaikan apresiasi kepada para narasumber, pelatih dan asisten pelatih dalam merekonstruksi periodesasi latihan jelang PON XX tahun 2021 di Tanah Papua. (GM)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here