Terabaikan, Mahasiswa-Pelajar Benawa, Merana di Kota Studi Jayapura. Richard (LPC)
Terabaikan, Mahasiswa-Pelajar Benawa, Merana di Kota Studi Jayapura. Richard (LPC)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) — Nasib tak baik, dialami oleh mahasiswa dan pelajar asal Distrik Benawa, Kabupaten Yalimo, Provinsi Papua. Lantaran mereka tak mendapat perhatian dari Pemerintah Distrik Benawa. Dan 37 kepala kampung di daerah itu.

Ketua Ikatan Pelajar Mahasiswa Distrik Benawa (IPM-DB), Lapan Yando, kepada Lintas Papua.Com, Sabtu 1 Agustus 2020 mengatakan, selama ini, mereka sebagai mahasiswa-pelajar asal Distrik Benawa, Kabupaten Yalimo, yang berstudi di Kota Jayapura. Mereka tidak mendapat perhatian dari Pemerintah Distrik Benawa. Tidak mendapat perhatian dari 37 kepala kampung. Dan Anggota DPRD Yalimo, yang terpilih dari dearah pemilihan Distrik Benawa.

Mahasiswa-Pelajar Distrik Benawa, saat melakukan rapat, soal nasib mereka di kota studi, Kota Jayapura. Richard (LPC)
Mahasiswa-Pelajar Distrik Benawa, saat melakukan rapat, soal nasib mereka di kota studi, Kota Jayapura. Richard (LPC)

“Pemerintah Distrik Benawa, dan 37 kepala kampung di wilayah Distrik Benawa, juga Anggota DPRD Yalimo, yang terpilih dari dearah pemilihan Distrik Benawa. Mereka tidak peduli kepada kami. Mereka tidak memperhatikan kami. Dan mereka membiarkan kami merana di Kota Studi, Kota Jayapura ini,” ujar Lapan Yando, dengan nada sedih.

Sebut Lapan, sejak terbentuknya Kabupaten Yalimo, Tahun 2008, hingga Tahun 2020 ini. Mahasiswa dan pelajar asal Distrik Benawa, masih saja merana. Lantaran mereka tidak memiliki asrama yang baik untuk ditempati.

Ketua Ikatan Pelajar Mahasiswa Distrik Benawa (IPM-DB), Lapan Yando, saat memberikan keterangan pers kepada wartawan. Richard (LPC)
Ketua Ikatan Pelajar Mahasiswa Distrik Benawa (IPM-DB), Lapan Yando, saat memberikan keterangan pers kepada wartawan. Richard (LPC)

“Untuk Tahun 2020 ini, benar-benar kami merana, kami merasa susah, kami sedih. Karena gubuk yang tempat kami tinggal. Telah dibongkar, untuk pengembangan pembangunan oleh pemilik tanah,” ujar Ketua Ikatan Pelajar Mahasiswa Distrik Benawa itu.

Disingung Lintas Papua, berapa jumlah penghuni dalam gubuk yang dibongkar itu?, dan selanjutnya menumpang tinggal dimana?, sebut Lapan, mereka berjumlah 40 orang. Dan kini mereka menumpang tinggal diatas tanah milik keluarga Kaigere, dengan status sementara.

“Sekarang ini, kami 40 orang mahasiswa-pelajar dari Distrik Benawa. Kami tinggal dan menumpang ditanah keluarga Kaigere, dengan status sementara,” tutur Yando.

Ketua Ikatan Pelajar Mahasiswa Distrik Benawa (IPM-DB), Lapan Yando, bersama mahasiswa asal Distrik Benawa, saat berdiskusi. Richard (LPC)
Ketua Ikatan Pelajar Mahasiswa Distrik Benawa (IPM-DB), Lapan Yando, bersama mahasiswa asal Distrik Benawa, saat berdiskusi. Richard (LPC)

Sementara itu, Perwakilan Mahasiswa Distrik Benawa, Obaja Deal, menyebutkan, sejumlah surat dan proposal, serta surat permohonan bantuan, sudah dikirimkan kepada Pemerintah Distrik Benawa. Namun kiriman surat kami itu pun, tak pernah dijawabkan.

“Sudah berkali-kali kami layangkan surat kepada Pemerintah Distrik Benawa. Namun satu surat pun tidak pernah dijawab. Maka kami tegaskan, kepada 37 kepala kampung di wilayah Distrik Benawa, segera menyiapkan uang senilai 20 Juta setiap kampung. Kepala Distrik Benawa 50 Juta. Dan Anggota DPRD Yalimo, yang terpilih dari dearah pemilihan Distrik Benawa, senilai 25 Juta. Untuk kebutuhan pendidikan,” tegas Obaja Deal, mewakili suara mahasiswa Distrik Benawa. (Richard/Lintas Papua)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here