"Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati,"  (Yohanes 11:25). 

Iman Sejati

Kiriman dari:
Bangaran Pasamboan

“Sebab seperti tubuh tanpa roh adalah mati, demikian jugalah iman tanpa perbuatan-perbuatan adalah mati.” (Yakobus 2:26)

Roh dan tubuh adalah dua sisi yang tidak dapat dipisahkan dari manusia yang masih hidup; ketika terpisah, maka tidak lagi hidup atau hidupnya tak bermakna.

Tubuh tanpa roh adalah mayat dan roh tanpa tubuh adalah hantu. Orang yang hidup (bernafas dan sehat secara fisik) tapi tanpa roh adalah mayat hidup, hidup tapi tiada berguna hidupnya, dalam keadaan yang sering disebut sebagai antara hidup dan mati.

Iman sebagai roh dan perbuatan sebagai tubuh juga adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan. Iman yang hanya di hati atau lewat ucapan mulut semata tanpa mewujudkannya melalui perbuatan adalah iman yang mati – tiada berguna. Perbuatan (termasuk perbuatan baik) yang tidak didasari oleh iman tidak lebih dari amal untuk memperoleh imbalan.

Iman sejati adalah yang nyata di dalam perbuatan. Demikian juga sebaliknya, perbuatan yang sejati adalah yang dilandasi oleh iman.

“namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku.” (Galatia 2:20). (Dikutip Dari Aplikasi Renungan Harian)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here