Sebuah Catatan Refleksi 1 tahun masa kerja Wakil Bupati Keerom, Piter Gusbager, SHut, MUP., Oleh : Arief Nugroho

‘’Tugas Mulia Seorang Pemimpin Daerah Adalah Bagaimana Pelayanan kepada Masyarakat.’’

 TEPAT di hari ini, tanggal 30 Juli, setahun yang lalu, perjuangan masyarakat Keerom, agar memiliki seorang Wakil Bupati di Pemerintahan Keerom akhirnya terwujud. Setelah melalui perjuangan yang panjang akhirnya, Gubernur Papua, Lukas Enembe, SIP, MH atas nama Mendagri melantik dan mengambil sumpah Piter Gusbager, S.Hut, MUP sebagai Wakil Bupati Keerom Sisa Masa Jabatan PeriodeTahun 2016—2021, di Gedung Negara Dok V Jayapura pada Selasa (30/7/2019).

Apa makna waktu satu tahun bagi seorang Wabup, Piter mengemukakan bahwa waktu satu tahun terasa pendek baginya. Karena beragama tugas, tantangan, persoalan dan pelayanan yang harus dilakukan oleh seorang Wakil Bupati.

‘’Makna satu tahun usia yang terasa singkat, saya tidak menyangka ini sudah satu tahun, ini menandakan bahwa hari penuh dengan tantangan, persoalan dan harus diisi dengan pelayanan, kepala daerah adalah tugas yang sangat mulia.

Pertama, karena ia mengemban tugas kenegaraan, suatu tugas bangsa yang sangat luhur dan mulia, sehingga jangan disia-siakan, berikan secara maksimal kebaikan yang menyangkut pelayanan kepada masyarakat, dan tugas ini melekat pada seorang kepala negara yang dilimpahkan kewenangannya secara berjenjang dari Presiden dan Wakil Presiden, Gubernur dan Wakil Gubernur serta Bupati dan Wakil Bupati,’’ujarnya.

Menyangkut Keerom, ia merasa bahwa sebagai kawasan perbatasan maka tugas utama menjaga stabilitas kawasan perbatasan. ‘’Di keerom ada pos-pos TNI penjaga perbatasan, ini berarti dalam strategi pemerintah bahwa wilayah perbatasan adalah wilayah tertib hankam, bukan semata-mata tertib sipil. Maka stabilitas daerah ini sangat penting karena juga sebagai stabilitas Negara,’’lanjutnya.

Tak heran dengan semangat tersebut, Piter Gusbager, memandang bahwa salah satu upaya menjaga stabilitas Keerom adalah adalah pelayanan publik / masyarakat yang baik. Maka peran ASN sebagai nafas pelayanan pemerintahan harus baik, karena baginya pelayanan bila tak dibenahi maka tujuan hadirnya pemerintah sebagai pelayanan kepada masyarakat tak akan tercapai.

Hal ini pula yang mendasarinya untuk melakukan perhatian pertama adalah pelayanan public khususnya bidang kesehatan. Ia berharap pelayanan kesehatan lebih mengedepankan aspek kemanusiaan ketimbang aspek administrasi.

Sayang, dirinya menyadari ternyata ada masalah pelik yang ada di Dinkes, hal ini bahkan disampaikan langsung para tenaga kesehatan (Nakes) dalam beberapa kali kesempatan menyampaikan aspirasi, bahkan hingga aksi mogok kerja sebagian, pemalangan Dinkes, tuntutan insentif, dll.

‘’Kami berusaha membenahi hal ini, namun ternyata tak maksimal, karena sepertinya Dinkes seperti menjadi terlindungi. Namun saya menyadari itu adalah pilihan mereka. Bagian saya adalah bagaimana mencoba secara maksimal membenahi, diluar itu adalah pilihan pimpinan daerah dan itu adalah diluar kemampuan seorang wakil bupati,’’lanjutnya.

Selain itu ia melihat banyak SKPD yang dalam kerja-kerjanya jauh dari RPJM Kab Keerom tahun 2016-2021, keluar dari visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati tahun 2016-2021. Hal ini menurutnya akan menyulitkan Bupati/Wakil Bupati dalam melakukan pertanggungjawaban di akhir periode, karena RPJM akan menjadi patokan dalam pertanggungjawaban tersebut.

‘’Hal ini yang seharusnya menjadi perhatian bagi kita pihak terkait, kepala daerah, wakil kepala daerah, Bappeda, TAPD, DPRD, kita bisa cepat melakukan penyesuaian-penyesuaian dalam rangka mencapai tujuan-tujuan yang ada dalam RPJMD,’’ujarnya.

Ia mengakui bahwa sebagai wakil bupati, atas kondisi yang ada tidak bisa berbuat lebih banyak karena menyangkut keputusan-keputusan pemerintah semua ada di tangan Bupati selaku pimpinan daerah. Maka ia menyadari upaya untuk melakukan pembenahan di SKPD/OPD dirinya akan berusaha sebisanya dan semaksimal yang ia bisa lakukan.

Melakukan pembenahan di SKPD mungkin sulit, tak heran seorang Piter Gusbager memilih untuk langsung turun ke masyarakat dan mencoba melakukan apa yang langsung bisa dilakukannya untuk membantu masyarakat, langsung melalui Wakil Bupati Keerom, bukan melalui SKPD atau OPD teknis.

Pada beberapa kesempatan, Piter Gusbager bersama istri, Ny. Yani Gusbager terlihat langsung bersama masyarakat untuk mencari solusi atas persoalan yang dihadapi masyarakat. Tak heran pada satu kesempatan ia berada di kelompok petani buah semangka atau melon, dalam kesempatan lain ia pun nampak bersama petani sawah, bersama peternak sapi, peternak ayam dan lainnya. Tak jarang pula ia menemui pedagang pasar, mama-mama papua penjual pinang, sayur, bahkan turun bertemu dengan para tukang ojek dan beragam profesi lain.

Saat melakukan kunjungan tersebut, bahkan tak segan-segan, Piter Gusbager bersama istri, Ny. Yani Gusbager memberikan bantuan karena keluhan mereka tentang sulitnya mencari pupuk, bibit, kesulitan pemasaran, dan lain sebagainya. Bahkan tak jarang ia membeli langsung hasil pertanian atau kebun dari petani.

Pada sebuah kunjungan dalam rangka sosialisasi pencegahan Covid-19 di masyarakat, Piter Gusbager bahkan tak segan untuk membantu memasangkan masker kepada para orang tua / manula maupun kepada anak-anak yang kesulitan.

Tak heran respon positif masyarakat pun muncul terhadap Piter Gusabger dan istri. Salah satunya yang disampaikan petani dari Skanto, Agus. Menurutnya apa yang dilakukan Piter Gusbager pada masyarakat adalah bagaikan satu oase (telaga jernih) ditengah padang pasir.

Wakil Bupati Keerom, Piter Gusbager, SHut, MUP, bersama Ketua GOW Kab. Keerom, Ny. Yani Frank Gusbager, ST melakukan padi jenis trisakti yang ditanam di Kampung Kriko, Distrik Arso Timur, Jumat (17/7/2020) kemarin. (Arief/LPC)
Wakil Bupati Keerom, Piter Gusbager, SHut, MUP, saat melakukan kunjungan kerja ke Skanto dan melihat dari dekat peternakan sapi besar di Kampung Wiantre. (Arief/LPC)
Wabup Keerom, Piter Gusbager, saat Kunjungi Peternakan Sapi Besar di Skanto. (Arief /LPC)
Wakil Bupati Keerom, Piter Gusbager SHut, MUP, saat mengunjungi beberapa Pospol dan Polsek yang ada di Keerom dalam serangkaian kegiatan Kunjungan kerjanya di beberapa tempat. (Arief /LPC)

‘’Kami sangat merindukan ada pemimpin yang seperti bapak Piter Gusbager, tak banyak pemimpin memiliki karakter seperti pak Piter Gusbager. Maka kita sebagai masyarakat Keerom merasa senang dan bangga memiliki pemimpin seperti beliau, pak Piter Gusbager. Semoga Amanah tersebut bisa berlanjut dan dilaksanakan dengan baik olehnya,’’ungkapnya.

Respon dan sambutan positif tersebut tak jarang diwujudkan dengan meminta dan mengangkat Piter Gusbager sebagai anggota kehormatan, warga kehormatan atau istilah lain. Diantaranya ada dari Paguyuban Kawanua, Paguyuban Jawa Kristen, Lamaholot, Timor, Keluarga Batak di Keerom, Ikemal, juga organisasi Islam terbesar di Papua dan Indonesia yaitu GP Anshor langsung dari Gus Yakub selaku ketua umum. Bahkan Piter Gusbager yang berlatar belakang agama katholik, juga mendapat gelar warga kehormatan warga GKI yang notebene adalah Kristen protestan.

Kepercayaan serupa pun diterima Piter Gusbager di beberapa organisasi penting di Keerom. Diantaranya sebagai Ketua KONI Keerom, Ketua harian KPA Daerah Keerom, Ketua KNPI dan caretaker Ketua KNPI dari dua versi KNPI yang ada, Ketua PMI Keerom, Ketua Dewan Penasehat FKUB Keerom dan tugas pelayanan sosial lainnya.

‘’Soal pesan dan kesan menjadi Wabup selama setahun ini, saya sangat berkesan dan patut menyampaikan terimakasih atas penerimaan masyarakat Keerom terhadap saya selama satu tahun ini. Kepada semua pihak, masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, TNI-Polri, Media, dan pihak lainnya. Mereka semua yang membuat saya mampu untuk memikul amanat yang berat dan mulia ini,’’ujarnya dengan nada terharu.

Atas respon positif masyarakat tersebut, Partai Politik yang ada di Keerom pun memberikan apresiasi. Apalagi tahun ini Keerom pun akan menjadi 1 dari 11 kabupaten/kota di papua yang bakal menggelar pemilihan kepala daerah, tak heran beberapa partai pun sudah menjajaki untuk mengusung dan masyarakat telah memintanya untuk maju sebagai Bupati Keerom periode berikut.

Dalam sebuah rutinitas lainnya. Bupati Keerom, Piter Gusbager, SHut, MUP, merasa peduli dan selalu berbagi kasih dengan masyarakat, sehingga membantu masyarakat. (Arief / lintaspapua.com)
Bupati Keerom, Piter Gusbager, SHut, MUP, memberikan sambutan saat kegiatan. (Arief /lintaspapua.com)
Bupati Keerom, Piter Gusbager, SHut, MUP., saat menyerahkan bantuan kepada masyarakat. (Arief / lintaspapua.com)
Wakil Bupati Keerom, Piter Gusbager SHut, MUP., saat diwawabcara. (Arief / lintaspapua.com)
Wakil Bupati Keerom, Piter Gusbager SHut, MUP., saat diwawabcara. (Arief / lintaspapua.com)

Tarcatat ada Partai Golkar, Nasdem dan PDIP yang telah terbuka menyampaikan akan mengusung putra asli Keerom tersebut untuk maju sebagai calion bupati. Sementara beberapa partai lain, meski agak malu-malu menyatakan sikap serupa.

Atas hal ini, Alumnus S1 Unipa jurusan Kehutanan dan peraih gelar Master Urban Planning (S2) dari Melbourne University, Australia, ini memilih bersikap rendah hati dan untuk berhati-hati menjawab hal tersebut.

‘’Bagi saya, adalah ini adalah tanda bahwa rakyat mencintai saya, karena saya lebih dulu memberikan cinta kepada masyarakat dan saya pikir permintaan masyarakat untuk saya maju sebagai calon alternative untuk Keerom, karena saya lihat hari ini masyarakat inginkan perubahan, dan orang keerom semua inginkan perubahan kecuali pembohong. Karena pembohong pasti tidak jujur. Kalau masyarakat Keerom yang mencintai Keerom kalau di survey pasti inginkan perubahan,’’ujarnya.

Kenapa perubahan, karena dari hasil survey dari sebuah lembaga survei ternama di Indonesia menyebut bahwa 80 persen infrastruktur jalan dan jembatan di Keerom rusak. Hal ini menjadi masalah utama di Keerom, dan ini sudah menjadi masalah yang dihadapi masyarakat sehari-hari. Pertanyaannya, selama ini anggaran 5 tahun terakhir itu kemana, bahkan Keerom sampai memiliki hutang pinjaman di Bank Papua sebesar Rp. 200 miliar perbaikan itu kemana.

Maka dengan niat yang sama yaitu untuk melakukan perubahan maka Piter mengemukakan semangat itu yang akan ia bawa untuk Keerom kedepan. ‘’Karena kitong mau perubahan,’’pungkasnya. (*****)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here