Kepala Inspektorat Keerom, Vincensius Jehandu. Serta kondisi fasilitasdi Puskesmas Kenandega, Waris, yang memprihatinkan. Dan pamflet penolakan masuknya barang bekas ke Puskesmas Waris yang dilakukan petugas kesehatan waris.

Inspektorat Kemukakan Pemeriksaan Dilakukan oleh BPKP-RI Perwakilan Papua

KEEROM – (LINTAS PAPUA) – Permasalahan yang membelit Puskesmas Kenandega, Distrik Waris ternyata masih terus berlanjut. Proyek pembangunan Puskesmas Waris bernilai Rp.15 Milliar dari Dana dak 2017 ..program puskesmas afirmasi Jokowi yang pembangunannya di atur oleh pemerintah kab keerom.di bawah kontrol kadis kesehatan kab keerom seperti yang dikemukakan di beberapa media sosial dan media massa ternyata masih berbuntut.

Kepala Inspektorat Kabupaten Keerom, Vincensius Jehandu mengemukakan bahwa terkait Puskesma Kenandega, Waris, pihaknya pada tahun 2018 telah melakukan pendampingan pemeriksaan hasil pekerjaan yang dilakukan oleh BPKP-RI perwakilan Papua. (Arief /LPC)

Kali ini, dari kalangan internal Puskesmas Waris itu sendiri. Para tenaga medis di Puskesmas tersebut setelah diangkat di medsos dan media massa kini mendapat perhatian pihak-pihak terkait.

Salah satunya adalah upaya dari pihak Dinas Kesehatan Keerom untuk memasukkan barang-barang alat kesehatan dan muebelair pada Kamis (29/7/2020). Dinilai oleh para Nakes dari waris sebagai sebagai upaya untuk menutup-nutupi keadaan sebenarnya sehingga mendapat penolakan.

Bentuk penolakan yang dilakukan dengan cara menutup pagar dan menyampaikan secara tertulis kata-kata penolakan terhadap alkes yang dinilai sebagai alat bekas dan hanya upaya menutup-nutupi keadaan sebenarnya.

‘’Tadi pagi (kamis, red) pihak dari Dinkes memasukkan barang-barang untuk Puskesmas kami tolak. Karena bagaimana sejak Puskesmas ini diresmikan pada Mei 2018 tidak pernah beroperasi karena tidak alat, setelah kami rebut da nada rencana audit ternyata Dinkes baru datang untuk masukkan barang, dan kami tahu itu barang bekas maka kami nyatakan tolak barang tersebut,’’ujar kepala puskesmas waris, Leonardus Ibe.

Dia menambahkan bahwa sebagai pimpinan Puskesmas ia merasa memiliki tanggungjawab pelayanan kesehatan bisa berjalan baik. Karenanya ia dan rekan sejawat menolah alat bekas tersebut masuk ke Waris.

Ditempat terpisah, Kepala Inspektorat Kabupaten Keerom, Vincensius Jehandu mengemukakan bahwa terkait Puskesma Kenandega, Waris, pihaknya pada tahun 2018 telah melakukan pendampingan pemeriksaan hasil pekerjaan yang dilakukan oleh BPKP-RI perwakilan Papua.

‘’Pemeriksaan hasil pekerjaan tahun 2017 terhadap Puskesmas Waris tahun 2017 memang bernilai Rp. 15 miliar lebih, pemeriksaan tersebut dilakukan oleh BPKP-RI dan kami dari inspektorat kabupaten sikapnya hanya memback up kegiatan tersebut,’’ujarnya kepada media ini, kemarin.

Menyangkut item dan hasil, ia mengemukakan tak ingat persis dan harus membuka dokumen kembali karena hal tersebut terjadi tahun 2017 lalu. Sementara itu hingga saat ini, media ini belum mendapat konfirmasi dari Kepala Dinas Kesehatan Kab. Keerom, dr. Ronny Situmorang. (arief/lintaspapua.com)

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here