Dimasa Covid-19, Idul Adha dan Jelang Pilkada 2020, Pedagang Sebut Harga Cenderung Turun

KEEROM (LINTAS PAPUA) – Kondisi harga dan stok bahan pokok (Bapok) di Arso dan sekitarnya belakangan ini masih stabil. Hal ini seperti hasil pantauan media ini serta dari penuturan beberapa pedagang sembako di Arso dan sekitarnya.

Salah satu pedagang, Ibu Wariyanti, pemilik toko Al-fazza, Arso II, misalnya, ia mengemukakan bahwa ketersediaan bapok dan harganya juga masih stabil. Termasuk toko-toko pengecer yang biasa mengambil grosir dari tokonya juga masih stabil.

 

Ketua Asosiasi Pedagang Sembako dan Obat (APSO) Kab Keerom, Saiful Akmal, serta salah satu pedagang, Ibu Waryanti. Juga aktivitas jual beli di Toko Al-fazza, Arso II. (Arief /LPC)

‘’Sampai saat ini stok bapok dan harga juga stabil, bahkan cenderung biasa-biasa saja meskipun jelang Idul Adha, mungkin masih dalam kondisi pandemic Covid-19 sehingga minat masyarakat untuk berbelanja kebutuhan pangan tidak seramai tahun-tahun sebelumnya,’’ungkapnya saat ditemui di tokonya, kemarin (30/7/2020).

Hal serupa dikemukakan oleh Ketua Asosiasi Pedagang Sembako dan Obat (APSO) Kabupaten Keerom, Saiful Akmal. Sebagai ketua APSO dan juga pemilik Toko Semangat Duta, ia mengemukakan bahwa belakangan ini, harga bapok stabil bahkan cenderung turun.

‘’Untuk harga Bapok, sampai sejauh ini tetap stabil bahkan cenderung turun, seperti gula pasir, untuk karung ukuran 50 Kg yang sebelumnya sempat menembus harga Rp. 1 juta kini turun menjadi sekitar Rp600-an ribuan. Ini berarti ditingkat eceran sekitar 14-15 ribu /kg,’’ujarnya.

Ia mengemukakan bahwa saat ini meski belum pulih seperti sediakala, namun kemampuan atau daya beli masyarakat sudah mulai membaik kembali. Karena beberapa pekerja proyek bangunan juga sudah mulai bekerja kembali.

‘’Kondisi saat ini sudah mulai membaik, karena kalau disbanding sebulan lalu, akibat Covid ini benar-benar perekonomian terpuruk. Kemampuan beli masyarakat juga sangat menurun. Yang biasa membeli 5 jadi beli 2 saja. Semoga kedepan akan semakin membaik,’’lanjutnya.

Ia juga menyebut bahwa menjelang Pilkada Keerom 2020, biasanya ada peningkatan permintaan, terutama untuk sembako. Namun menurutnya pedagang APSO masih melihat kondisi karena masa pandemic Covid ini, jam buka toko kan ada pembatasaan.

‘’Kita berharap jelang Pilkada ada perbaikan karena biasanya ada peningkatan penjualan, namun saya kira karena ini masih pandemic Covid mungkin kita lihat-lihat situasi juga,’’ujarnya. (arief/lintaspapua.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here