Ketua DPW Partai NasDem Provinsi Papua, Mathius Awoitauw. (Irfan /LPC)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Persaingan pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2020 Papua terus bergeliat dengan manuver yang dilakukan tokoh-tokoh masyarakat dan elit-elit politik untuk mendapatkan dukungan partai.

Namun demikian, Partai Nasional Demokrat (NasDem) Papua tetap mengedepankan hasil survei bagi bakal calon kepala daerah di kabupaten yang tidak menggunakan sistem Noken, karena ini merupakan arahan dari DPP NasDem.

Ketua DPW Partai NasDem Provinsi Papua, Mathius Awoitauw kepada wartawan Di Hotel HoreX, Kota Sentani, Kabupaten Jayapura, Selasa (28/7/2020) mengatakan, Partai NasDem berdasarkan arahan dari DPP dalam menentukan calon kepala daerah (Kada) di daerah yang tidak menggunakan sistem Noken itu wajib dari hasil survei.

“Yang jelas arahan dari DPP untuk menentukan calon kepala daerah Pilkada serentak tahun 2020, untuk daerah Non Noken itu wajib survei. Ada sejumlah lembaga survei yang bisa dianggap bagus atau profesional. Nah, kita berharap setiap kandidat bisa melihat lembaga-lembaga survei itu. Supaya hasilnya bisa lebih maksimal untuk mendekati fakta yang ada di lapangan, bukan saja untuk menilai kapasitas dari kandidat, tapi juga kelemahan-kelemahan yang ada di para kandidat. Supaya mereka bisa memperbaiki yang kurang itu, untuk meraih kemenangan itu,” ujarnya.

Selain itu, pihaknya berharap hasil survei ini bisa memberikan informasi yang valid kepada DPW Partai NasDem Papua.

Dengan begitu, katanya, Partai NasDem tidak perlu lagi bertanya ke pihak lain dalam menentukan calon kepala daerah.

“Kita bisa copy dari hasil-hasil survei ini untuk melihat kandidat yang ini bagus, dan itu sangat menolong sekali untuk kita tidak perlu lagi tanya-tanya kesana kemari. Karena setiap kandidat pasti akan melaporkan bahwa dia yang terbaik, begitu juga dengan tim suksesnya dan mungkin juga di lapangan seperti itu, kecenderungannya kemana pasti akan laporannya begitu. Tapi, kita kan membutuhkan informasi yang berdasarkan data dan perhitungan-perhitungan standar penilaian yang baik,” ucapnya.

Bupati Jayapura dua periode itu juga menegaskan lembaga-lembaga survei ini memiliki informasi yang valid dan juga mempunyai standar dalam melakukan suatu penilaian terhadap calon kepala daerah.

Di mana lembaga survei ini sebut atau lebih cenderung ke salah satu kandidat, itu juga menjadi pertimbangan kita untuk bagaimana partai bisa mempertimbangkan dalam mengusung calon kepala daerah. “Jadi bukan suka atau tidak suka, bukan karena dia salah satu kader atau lain sebagainya. Tapi, kita konsisten dengan keputusan partai. Misalnya, jika ada kandidat diluar dari kader partai, terus hasil surveinya bagus, maka kita minta kalau bisa ada survei ulang lagi. Hal ini guna memastikan dia tetap konsisten hasilnya,” tegas Mathius Awoitauw.

“Selain itu, kami juga harus dengar dari hasil proses seleksi dari tingkat bawah. Baik itu, pengurus kabupaten/kota yang mempunyai laporan data kalau kandidat mana yang bagus. Jadi ini juga menjadi perhatian kita,” pungkasnya. (Irf)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here