TIMIKA  (LINTAS PAPUA)  –   Keberlanjutan manfaat dari keberadaan perusahaan diupayakan dapat terus berjalan dengan dukungan dari para pemangku kepentingan sekitar termasuk masyarakat sekitar, terlebih pembangunan kesehatan masyarakat.

Hal ini disampaikan Vice President Corporate Communications PT Freeport Indonesiam Riza Pratama bersama Manager External Communications Corporate Communications PT Freeport Indonesia, Kerry Yarangga, kepada lintaspapua.com di Jayapura, Rabu, 29 Juli 2020.

 

 

Salah satunya  Program pembangunan kesehatan di Wilayah Waa – Tsinga  – Aroanop, telah berlansgung selama ini program dokter terbang dari Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK).

Termasuk dukungan transportasi dan logistik petugas kesehatan dari Dinas Kesehatan untuk ditempatkan di 3 kampung 3. RS Waa Banti yang beroperasi hingga 2017, saat ini sudah tidak berfungsi karena permasalahan keamanan serta  Penyediaan transportasi udara untuk pasien rujukan ataupun kondisi darurat.

PT Freeport Indonesia tetap menjalankan komitmen sosialnya dalam membangun, mengembangkan dan memberdayakan masyarakat lokal lewat program-program yang dilaksanakan di wilayah-wilayah suku Amungme dan Kamoro.

Kedua suku tersebut  selaku masyarakat asli pemilik ulayat di mana perusahaan beroperasi. Pengembangan di bidang Pendidikan, kesehatan, ekonomi dan infrastruktur oleh perusahaan telah terlaksana sejak lebih dari dua dekade lewat kemitraan dengan pemerintah daerah dan mitra-mitra professional lainnya. . ( lintaspapua.com  )

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here