16 Terpidana Korupsi di Papua Masuk Daftar DPO, Kondomo : Saya Telah Perintahkan Untuk Tangkap Semua

0
333

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Kepala Kejaksaan Tinggi (Kejati) Papua Nikolaus Kondomo menyebutkan, sebanyak 16 terpidana korupsi masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) dan saat ini tengah dilakukan pengejaran.

“Ada 15 terpidana korupsi, sementara satu orang masih dalam status tersangka, dan semuanya masuk dalam DPO,” kata Katanya, kepada wartawan, Rabu, (22/7/2020).

Saat ini, dirinya telah menginstrusikan bawahannya dan mengkerahkan seluruh intelijen untuk memantau dan menangkap DPO tersebut.

“Jadi pada hari Bhakti Adhyaksa ke-60 kamu punya program khusus. Salah satunya menangkap para DPO terpidana korupsi,” tegas Kepala Kejati Nikolaus Kondomo.

Asisten Tindak Pidana Khusus (Aspidus) Kejati Papua, Alexander Sinuraya menegaskan, akan menjemput paksa para terpidana yang mangkit saat mendapat penggilan dari penyidik kejaksaan.

Ia mencontohkan, mantan Kepala Dinas Ketentraman dan Ketertiban (Trantib) kota Jayapura (OM) yang telah ditangkap Kejaksaan Negeri Jayapura, di kawasan Entrop, Distrik Jayapura Selatan, Selasa (21/7) kemarin.

“Pastinya kalau 16 DPO ini kami panggil dan tidak hadir maka, akan kami lakukan jemput paksa,” katanya.

Berikut 16 DPO Kejati Papua yang belum dintangkap yakni, Assat Serang, Carolus Pramono, Jeani de Keyzer, Philips Wona, Onesimus Jacub Ramandey, Robert Fonataba, Irfan Laraja, Thomas Tabuni, Christian Randebua Palilu, Dikson Baransano, Fransiskus Mekawa, I Made Jabbon Suyasa Putra, Swarti Parrung, Giesye Yulianti, Harnold Sada, dan Wahjuding Andajani. (Gracio/lintaspapua.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here