Pohon Ara

Kiriman dari:
Komunitas Rumah Doa
Kota Malang

Pasti saudara-saudara sudah mendengar kisah pohon ara yang dikutuk Tuhan Yesus seperti yang dikisahkan dalam Matius 21:18-22. Kita ambil hikmatnya dan kita renungkan.

Pohon ara adalah gambaran manusia yang dalam pertobatannya tidak menghasilkan buah. Tuhan pasti memperhatikan setiap manusia dan melihat apa yang dikerjakan manusia itu. Kita telah hidup baru dengan menerima Tuhan Yesus sebagai Juruselamat dengan dibaptis. Tuhan ingin kehidupan baru kita dengan lahir baru maka kita dituntut untuk berbuah atau bermanfaat bagi orang sekitar. “Jadi hasilkanlah buah yang sesuai dengan pertobatan.” (Matius 3:8).

Adapun buah Roh yang harus dihasilkan adalah “kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu.” (Galatia 5:22-23). Kita kadang menilai diri kita sudah berbuah tapi kenyataannya tidak kenapa begitu? Karena buah yang kita hasilkan adalah buah yang busuk karena kita sering memberi dengan terpaksa, setengah hati atau tidak ikhlas. Tuhan tahu isi hati orang jadi kita harus sungguh-sungguh mengasihi Tuhan melalui mengasihi manusia.

Di sisi lain perumpamaan pohon ara adalah pemberian kuasa Yesus kepada kita. Jika kita memiliki iman sebiji sesawi kita akan bisa memindahkan gunung. Saat kita menerima Yesus sebagai Juruselamat maka kita kita menerima urapan Roh Kudus yaitu menjadi anak-anak Allah juga mempunyai kuasa untuk melakukan mujizat.

Jadi saudaraku, saat kita menerima Tuhan Yesus, kita mengemban amanat agung dengan memberitakan Injil ke seluruh dunia dan juga menerima kuasa seperti yang Tuhan Yesus lakukan serta kuasa itu dapat kita gunakan untuk kesembuhan, pelepasan roh jahat, untuk memberitakan Injil, dan lain-lain. Amin. (Dikurip Dari Aplikasi Renungan Harian)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here