Hak Perempuan Tabi Diabaikan Dalam  Seleksi 14 Kursi Otsus, Gubernur Papua dan MRP serta Pansel Diharapkan Beri Perhatian

0
206
“Karena dari semua nama yang muncul dari empat wilayah adat ada keterwakilan perempuan disana, namun dari wilayah adat Tabi tidak ada keterwakilan perempuan,” ujar  Perwakilan Perempuan Tabi, Lidia Mokay, dalam keterangan kepada media di Abepura, Kamis, 16 Juli 2020. (ISTIMEWA)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA)  –  Aspirasi Perempuan Tabi dalam seleksi 14 Kursi Dewan Perwakilan Rakyat Papua (DPR Papua) jalur Otonomi Khusus, dari seleksi adminitrasi dan wawancara ada 4 orang perepuan Tabi yang lolos, namun dalam perkembangan terjadi banyak gejolak dan tidak ada yang diloloskan sebagai keterwakilan dalam proses akhir menuju 42 nama.

 

Kemudian setelah  42 nama di serahkan kepada Majelis Rakyat Papua, maka Perempuan Tabi datang dan membawa aspirasi ke lembaga kultur budaya yaitu  Majelis Rakyat Papua.

Sehingga bagaimana caranya kita Perempuan Tabi bisa terakomodir dalam 42 nama.

“Karena dari semua nama yang muncul dari empat wilayah adat ada keterwakilan perempuan disana, namun dari wilayah adat Tabi tidak ada keterwakilan perempuan,” ujar  Perwakilan Perempuan Tabi, Lidia Mokay, dalam keterangan kepada media di Abepura, Kamis, 16 Juli 2020.

 

Dikatakan, hal ini disampaikan,  sebab dalam 150 peserta awal, ada empat orang Perempaun Tabi, lalu yang masuk ke 42 nama ada 9 orang laki – laki Tabi, tetapi tidak ada keterwakilan Perempuan Tabi

“Karena dari semua nama yang muncul dari empat wilayah adat ada keterwakilan perempuan disana, namun dari wilayah adat Tabi tidak ada keterwakilan perempuan,” ujar  Perwakilan Perempuan Tabi, Lidia Mokay, dalam keterangan kepada media di Abepura, Kamis, 16 Juli 2020. (ISTIMEWA)

Setelah hal ini, Kami Perempuan Tabi menyampaikan kepada MRP dan selanjutnya direkomendasi empat nama kepada Pansel , yakni Lidia Mokay, Elizabeth Yanteo, Yosephin Hamadi dan Rode Muyasin.

Akan tetapi sepanjang keputusan ini berjalan, tidak ada pemberitahuan ada siapa – siapa lagi yang ada dalam empat nama selain nama hyang sudah ada.

“Tetapi kemudian Ibu  sebagai Sekretaris Pokja Perempuan, mereka sengaja menggantikan nama Ibu Yanteo dengan nama Ibu Anna Wasanggai, masih sama asal daerahnya dengan ibu Yanteo,”

Hal ini kelirudan sengaja diperankan ibu O N, karena yang sebelumnya lolos 150 adalah ibu Elizabeth Yanteo, namun ibu Anna Wasanggai tidak ada nama.

 

Kemudian semua aspirasi ini kami sampaikan kepada Ketua MRP dan disampaikan telah diakomodir aspirasi tersebut dan diterima.

 

Diduga ada surat rekomendasi lainnya yang hanya mengusulkan dua nama dari lima nama saja, sehingga hal ini menjadi pertanyaan.

“Kami berharap kepada lembaga MRP, agar memanggil Sekretaris Pokja Perempuan dan Ketua Pokja Perempuan untuk menjelaskan alasan apa yang membuat rekomendasi lain dikeluarkan diluar keputusan empat nama Perempuan Tabi yang masuk,” pintanya.

 

“Sebagai Perempuan Tabi kami akan bertanya kepada Ketua Pokja Perempuan dan dengan melaporkan kode etik kelembagaan, agar bisa diproses, sebab seharusnya semua berada ketua MRP,” tutur Perempuan Tabi asal Sentani, yang juga mantan Ketua KPU Kabupaten Jayapura ini.

 

Dirinya berharap, dengan informasi ini agar Pansel dan pihak terkait dapat mengetahui nya terutama kepada Bapak Gubernur, sehingga proses ini bisa berjalan sesuai mekanisme.

Kantor Majelis Rakyat Papua di Kotaraja (Eveerth Joumilena / Koran Harian Pagi Papua)

“Kami juga akan melaporkan hal ini langsung kepada bapa Gubernur, Pansel dan semua pihak terkait, bahkan jika melihat peluang proses hukum, akan tetap kami laporkan sebagai tindak pidana dari Sekretaris Pokja Perempuan dan Ketua Pokja Perempuan Majelis Rakyat Papua, atas tindakan sewenang-wenang,” tandasnya saat memberikan keterangan kepada media.

 

Pihaknya juga berencana dan meminta kepada kepada Gubernur Papua, agar dapat mengetahui dan memperhatikan empat perempuan Tabi yang ada, agar sekiranya  bisa diberikan kesempatan dalam 14 kursi jalur Otonomi Khusus. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here